Dimanakah penanda itu kau simpan padahal telah berkali-kali ia datang…
penuh kelembutan tutur sapanya
kehadirannya senantiasa memukau
menurut cerita-cerita mereka
adakah kau rasakan wibawa ajaran kebaikan yang ditinggalkannya bagimu dan sahabat lain ?
dia hanya seorang lelaki
yang bernama wahyu kusumanagara
entah dimana beliau saat ini ?
aku sedang rindu pada wejangannya.
Adam, nama lelaki itu
aku pernah mencarinya dalam mimpi
sampai ke tepi laut, dan ketinggian gunung
untuk menemui persembunyiannya
Adam, nama lelaki dalam mimpiku
yang amat mendambakan tas hitam
mengapa aku bawa tas hitam itu untuknya?
ah… ini hanya mimpi
sebab aku tak memiliki tas hitam itu
dalam mimpiku semalam
masih belum jua kutemukan jejaknya
Adam, aku memang bukan Hawa
yang jadi pasangan hidupmu
hingga aku terlahir kembali
Adam, ambillah tas ini..
pabila berharga bagi hidupmu
isinya hanya pakaianku yang telah lapuk
compang camping dan bau keringat
setelah terseok-seok berlari ditengah hutan
saat mereka mengejarku
Adam, tahukah kau siapa mereka?
barangkali mereka juga inginkan tas itu?
aaaah, mimpi…
maafkan aku Adam
karena tas itu tertinggal ditengah hutan
semoga kau mampu menemukan
apa yang kau dambakan..
Aku datang dari titik
akan berakhir pada titik jua
aku tahu tanda tanda darimu
dan aku tak butuh koma
kemarilah kau…
jangan meminta aku datang kesana
telah kucoba mencarimu dalam mimpi
dalam setiap mimpi
yang kutemukan hanya cahaya
aku tahu kau menungguku disana
aku pun tahu, kau telah persiapkan
jiwa dan raga dengan sempurna
tidak seperti mereka yang sembunyi
sembunyi dibalik ambisi ambisi
hingga lupa berdiri untuk apa?
telah kulihat tanda tanda darimu
jemputlah aku..
pabila atas kehendakNYA
aku akan mengurai kembali
pada hari akhir semadimu
bersama cahaya dalam ragamu
aku tak butuh koma
pabila atas kehendakNYA
aku akan kembali
ke titik
mengalun desah cinta
disepertiga malam
kasih melambai ditiap rentetan usia
seakan mengurai tiada habisnya
kisah kisah cinta sepanjang usia
seperti mimpi yang tertulis dikertas
terbawa diatas air
hanyut sampai ke hilir
hingga sisa usia..
terbukalah tabir doa
dalam slip cinta
kamu akan membacanya sendiri
dalam perjalanan cinta
yang kamu endapkan itu
hanya sebuah titik.
ketika bosan melihat tingkah laksana bocah
kudekap angin agar tak ganggu yang kuingin
saat jenuh mengusap peluh
kupanggil hujan agar luruh
kawan,
mari kita menari
bersama bocah
bersama angin
bersama peluh
dan hujan
dalam persembunyian mereka
dibalik rahasia keabadian
yang tak abadi
dan nisbi.
masih tentang angin
yang merayap disekujur nadiku
yang menggelayuti,
setiap detak langkah kakiku
bersamanya merajut cinta
hingga ke ubun-ubun kepala
……adakah yang terlupakan?
atau aku lupa, yang tak terlihat
saat ia datang menjadi badai…
aku pun lunglai.
aku menatapnya pada dedaunan
yang diterpa angin
seperti meniup debu
diatas buku-buku tua
dalam gudang karsa
pertengahan tahun lalu
nuansanya masih sama
dengan tahun ini
tentang mimpi mengais ambisi
saat dunia semakin menggoda
buku tua dalam gudang karsa
berubah warna
bunglon kali ya..?
aku pikir bintang terdiam
ketika kupetik satu untukmu
kemudian, aku taruh di dadamu
bintang yang tak pernah padam
dekap erat dan jangan sampai pudar
karena nanti kita dipertemukan
di angkasa
aku bersimpuh diatas ribuan doa
dari setumpuk dosa
yang memerah dilangit tuamu
dengan lembut kusapa penyesalan
mengeras pada sudut hatimu
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama
menyatu dalam bias rembulan
yang sempat kau sembunyikan
aku bersimpuh diatas gemulai daun pinus
dari hempasan badai dilangit tuamu
yang nyaris menenggelamkan semuanya
tentang dirimu
tentang ketenaranmu
tentang duniamu
dan tentang kenakalanmu
kesenangan diatas temali kecanduan
yang kau jadikan hiburan
aku bersimpuh diatas daun kering
yang basah oleh curah hujan dinihari
langit tuamu memerah dicakrawala
berselimut kain sutera tanpa pesona
bahkan kau pun telah kehilangan rasa
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama menyatu
dalam bias rembulan yang kau sembunyikan
“selamat jalan.. rembulan”
masih kutatap matamu
dimanapun kau berada
tiada batas yang memilah cermin
meski retak sekalipun
aku masih menatap matamu
mata hati yang tak pernah terpejam
walau kelam telah membungkam
diantara tawa dan diam.

![Almost Like Another Planet... Pamukkale Blues (UNESCO World Heritage) [Explore #1, THANK YOU] Almost Like Another Planet... Pamukkale Blues (UNESCO World Heritage) [Explore #1, THANK YOU]](http://static.flickr.com/7079/7209710670_f67079c754_t.jpg)








![Ruby-throat Hummingbird [Explore] Ruby-throat Hummingbird [Explore]](http://static.flickr.com/7078/7211485426_ba1a20133a_t.jpg)