: bisik ilalang~

tengah malam kembali
menebar hening
dihamparan dingin, 
yang memecah senyap
seperti mimpi yang tergerus
dalam…
dikedalaman sunyi

sepi selalu ingin memutar waktu
tengoklah..

bunga-bunga pohon randu
beterbangan dihempas angin
kerinduan untuk tumbuh kembali
di bukit sana
indahnya ia menari
diantara pekat kehangatan
malam
menyimpulkan seluruh hening

padamu sepi,
sampaikan kelakar sunyi ini
kepada embun pagi
: bisik ilalang~

Iklan

AROMA KOPI

perjalanan nan panjang
dalam rentang waktu tak terbatas
meski senantiasa ada jeda disana
pada lukisan kesetiaan jiwa
serta bias keabadian sukma

dimana tempat berlabuh
yang sungguh, tanpa…
“huh…”
helaan nafas dedaunan, adalah
warna langit kita yang usang

sensasi-sensasi produk ambisi
sering mengilhami sisi beku hati kita
“hmm….”
nyaris lenyap dalam sekejap
tinggal aroma kopi yang tak pergi~

Insan Kamil (3)

wedaran Rasbudi Rahsanurwening:
Dalam kegelapan mutlak. tiada diketahui arah, waktu, dan keberadaan..
Bagaimana mungkin seseorang bisa melihat indah dan agungnya gunung, jika ia berada ditengah gunung? Tapi manusia bisa keluar dari tubuhnya, berbincang dan melihat dirinya sendiri utuh…..tetapi untuk menjalan alamikan ini, orang ditantang untuk benar-benar kosong untuk bertemu isi….
Menyaksikan denyut kehidupan semesta, adalah kengerian yang tak tertahankan, termasuk cahaya manusia pun tertelan seperti usia bintang.
Temukan dulu Maliki dan Malakhi, Kalam dan Kamil……
Maha menakutkan sang Khalik, yang menjadikan jagat kalam dan jagat kamil, membentuk leburkan segala sesuatu semudah kedip..
Umur semesta hanyalah percik kembang api yang terpampang di latar langit hitam, seperti cahaya kalam di lautan kamil… Muncul sesaat, lalu hilang dalam percikan.
Makhluk kegelapan sekalipun, hanyalah mahluk yang ada di dalam hamparan keadaan gelap, bara api sekalipun menghasilkan cahaya….
Kamil, kengerian denyut Illahi…… Seperti atmosfer persidangan yang dihadiri jutaan mata yang melihat satu saja titik terdakwa yang sudah pasti divonis. Malu yang melebihi ketelanjangan, takut yang melebihi kematian.
Desis dan gaung.

Nikmati desis dalam keheningan dan kekosongan…. Saat jiwa merasakan kekosongan dan ketiadaan, orang cenderung ketakutan lalu kembali ke wilayah cahaya yang ‘terlihat’… Padahal untuk melihat cahaya, orang harus keluar dari cahaya itu, dan melihatnya dari luar….
Untuk melihat kalam diri, harus keluar dan menjadi kamil semesta.
Bahasan Insan Kamil… Sudah tak lagi bicara cahaya, tapi saksi dari cahaya.

 

wedaran Kang Dudung :

Dark Matter
Ketiadaan Murni…Pangkal segala yang ada.

Gelap bukan TIADA…tetapi ketakterjangkauan Persepsi untuk Mempersepsikan…
Zat yang tak terPersepsi…
Ahad…Tunggal.

Dari KETIADAAN melalui Vibrasi KUN titik Ba memancarlah Cahaya Awal dalam frekwensi Rohman Rohim…
Mereka-mereka yang ada dalam frekwensi inilah yang disebut Insan Kamil Mukammal…

Desis dan Gaung mereka-mereka lah yang menyangga kesadaran semua manusia akan KeMahaan Tuhan… Dari mereka-mereka lah Kalam-kalam Tuhan terSABDA kan…
Gaung Rohman Rohim mem Vibrasi gaung berikutnya di wilayah KeterPUJIAN Tuhan..
Mereka-mereka yang ada di wilayah gaung inilah yang disebut Insan-insan Kamil…
Kesadaran para Insan Kamil Mukammal dan para Insan Kamil ini lah…yang terus menyangga semesta akan Kekuasaan Allah…
~S e l e s a i~

Insan Kamil (2)

wedaran Laurentius Marjo:

Mengaji diri dan mengolah rasa adalah istilah yang tepat dalam membangun keseimbangan diri, antara raga dan Sukma. Ketajaman pikiran, kepekaan rasa, dan deras nya suara hati yang selalu mengajak berbuat benar dan baik.  Jadi tujuan yang di ingin kan banyak orang dalam mencapai keadaan ELING.

Coba bayangkan diri kita dalam kondisi ELING, badan terasa nyaman. Batin menyangga kuat pikiran menjadi tenang, Dengar kan detak jantung kita, rasakan
getaran nadi dan arahkan pikiran untuk memuliakan Sang Penciptanya.

 

wedaran Rasbudi Rahsanurwening :

Pertemuan 2 titik cahaya. Ternyata konsep ini sudah menyebar……

Insan Kamil, sudah memasuki wilaya tupoksi adikodrati setiap individu, ketentuan yang berada diatas takdir. Sudah tahap kosong isi, isi kosong… Jiwa yang mengarungi ghaibiyah semesta raya.

Cahaya itu hanya sebagian kecil dari semesta.  Cahaya hanyalah debu,,,,, debu sinangling, bintik entitas ditengah ketiadaan, kegelapan mutlak. Tak ada satupun cahaya yang bisa menyinari seluruh kegelapan. Bandngkan volume bintang di langit malam dengan kegelapan malam. Seperti kita menikmati bintang di langit, Insan Kamil adalah entitas kegelapan semesta yang diwarnai ‘sinangling’

Cahaya bintang yang bersinar terang lebih dari biasanya, seringkali di indikasikan sebagai bintang mati… jaraknya tak tanggung-tanggung, milyaran tahun cahaya….. Setelah cahaya menempuh ruang semesta selama milyaran tahun, barulah sampai ke bumi. Dan milyaran tahun yang lalu, bintang itu sudah lebur dalam supernova….

Alam semesta berdetak. Pergolakan bumi terasa begitu dahsyat,,,, pergeseran lempeng benua, gelombang air, siklus angin, daya gravitasi dan medan magnet…. Tidak terbayangkan evolusi matahari seperti apa aslinya,  dan berapa milyar tahun umurnya, tak ada yang tahu pasti….

Insan kamil, rumah bagi trilyunan bintang. Anti materi sekaligus ruang orbit alam semesta.
Insan kamil sebagai ketiadaan mutlak, kekosongan abadi, rumah abadi, entitas bagi setiap eksistensi.

Cahaya matahari, entah sampai kapan. Tak ada yang abadi, kecuali ketiadaan itu sendiri.

Kosong.

 

~~bersambung~~

INSAN KAMIL

Ka Wula
wedaran Ka Wula:

Insan Kamil adalah beberapa Orang Pilihan pada setiap zaman..
tentu perjalanan hidupnya sama dengan orang-orang lain.. hanya beda tipis saja~ mereka tidak mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, meski pada awal perjalanan hidupnya disibukkan oleh bermacam masalah duniawi.. tetapi mereka menganggap hal tersebut hanyalah sebuah pembelajaran~
Tetap menjalani hidup dalam keadaan SADAR bahwa hidup adalah suatu ketetapan yang harus dijalani… sehingga ketika mereka mengenal lebih dekat dengan Kebesaran serta KeAgungan SANG MAHA PENCIPTA.. maka disaat itu pula mereka berada di TITIK NOL~
DiriNya seolah tidak ada apa-apanya…….KOSONG, tetapi isi~
ISI tetapi kosong~
N i s b i….. ?

Yuuuk kita BONGKAR
yang dimaksud dengan KOSONG, tetapi isi~ ISI tetapi kosong~

Mereka adalah yang senantiasa dipingit oleh keadaan, dijepit oleh kegelisahan.. dan dikurung oleh KETIADAAN RASA untuk menjadi IRI, dengki, dendam, serakah.

Mereka adalah Orang-orang yang kehilangan AMBISI, kehilangan RASA TAKUT, kehilangan Kekuatan untuk melawan… karena baginya Tiada Daya dan Upaya selain atas KehendakNYA~

Mereka ADA dari Ketiadaan yang dimiliki oleh orang-orang lain.

Mereka selalu ingin berbagi walaupun sedang tak punya apa-apa sekalipun~ karena berbagi tak selalu harus berbentuk MATERI saja.

Tak ada khayalan didalam mimpi-mimpinya.

Hidup dari pagi hingga malam lalu bertemu pagi kembali.. bagaikan Lukisan hari yang selalu di isi dalam bias warna keAgunganNya~
Tiada yang lebih Indah selain Rahmat dari Kebesaran Kasih Sayang yang tak pernah putus sejak detak dan detik kehidupan ini berjalan~

Sampai kapan kita rela dibelenggu oleh ketidakmampuan melawan tuntutan kepuasan bagi Sang DIRI…
Adakah yang SADAR tentang Batas-batas itu?
Siapakah Sang Sadar dan siapa pula Sang DIRI dalam denyut nadi kehidupan yang tak ter-elak-kan ini?

 

wedaran Laurentius Marjo:

Bagi Hyang Agung tidak ada yang mustahil. Isi tapi kosong dan kosong tapi isi. Karakter ini di berikan kepada orang-orang pilihaNYA. Orang-orang ini diisi sesuatu yang dapat menjadi kepanjangan Tangan Ilahi, Akan tetapi biar diisi tetap seperti kosong, keberadaan isinya, tidak bisa dilihat walaupun dapat dirasakan. Dalam kondisi biasa Ia tak terasa ada, tapi bila di perlu kan Ia bagian ENERGi yang dahsyat tak terhalang oleh ruang dan waktu. Ini mungkin paparannya.

SADAR adalah suatu keadaan yang menunjukkan keseimbangan antara pikiran, perasaan dan hasrat dalam istilah sunda Elingan. Jadi kalau tidak seimbang jadinya tidak SADAR. Bila pikiran terlalu dominan akan sikap rasionalis/logis. Bila perasaan yang dominan, jadi melankolis, bila hasrat yang dominan jadi ambisius dan egois.
Tugas kita adalah menjaga keseimbangan itu. Sehingga suara hati, batin dan penghayatan yang keluar dari diri, menghasilkan tindakan atau perbuatan yang baik untuk ukuran semua orang.

~~~bersambung~~

SEPTEMBER

awal musim hujan yang akan datang

siapa yang memilihnya

basahi bumi

hidupkan tetumbuhan

diantara rerumputan

embun pagi ucapkan “Selamat datang”

 

hujan

selalu jatuh ke bumi

tetapi, bumi yang di sebelah mana

masihkah air yang akan turun

atau, hujan uang

bagi semua yang butuh

pada tiap perjalanan

 

September bulan kesembilan

seperti sembilan para wali

dari cerita sejarah rakyat di negeri ini

apa masih jadi panutan

beliau-beliau yang terparut zaman

adalah gambaran kita diperjalanan yang sekarang

 

nanti atau saat ini

buahnya sama

lezatnya hanya lewat ditenggorokan

apa yang bakal tersisa

dari musim hujan mendatang

bukan karena musim selalu bergulir

tapi  manusia banyak yang tergelincir~

BATAS

dinding pembatas itu

adanya gravitasi

pada tiap dimensi

kita semua akan kembali

kepada inti

 

dimana letak intisari bumi

dimana letak intisari manusiawi

dimana letak intisari yang kita cari

bukan tentang sekelumit cinta lagi

bukan lantaran iri yang jadikan dengki

bukan pula karena harus mati

 

dinding pembatas itu

rekayasa diri selimuti bumi

dipenuhi ketakutan-ketakutan

yang menutup topeng diri

kita semua akan segera kembali

ke  tempat inti buah cipta sendiri

dan,

itu pasti~

 

TIGA

mari heningkan cipta sejenak

meski diantara cermin yang telah retak

meski bumi sering menggertak

parfum tak hilangkan bau ketiak

 

kata-kata tergeletak, lalu bergerak membias

melukis wajah pendoa dan pendosa

doa sungguh tak pantas

sangat tak pantas

bagi para penghujat

 

mari heningkan cipta sejenak

sebelum bumi berhenti bergerak~

 

 

 

DUA

kita tahu

tapi mengapa pura-pura tidak tahu

atas tanda yang makin mendekat

manusia jadi mirip

se-karat

menggeliat dalam lingkaran ambisi

saling mengelupas  kepompong diri

merubuhkan tiang-tiang bumi

 

kita tahu

sayangnya, pura-pura tidak tahu

patah tumbuh

hilang..

berganti~

DI BUKIT ASTRAL (perjalanan jiwa ke 8)

sukma yang tersisa
dari tahun menahun
tanpa hitungan

kecepatan cahaya
dalam bongkah kiprah
se-arah
atas sebuah perjanjian
tergenapkan
diatas ketidaktahuan

lapisan es bagai hamparan kristal
pada tiap jengkal langkah kaki
diatas jejak tapak peradaban
diantara sengatan labirin waktu
bukit astral menjauh
garis-garis cahaya membisu

semua biru
segalanya baru
kecuali debu~

PADA TITIK TANYA

mengapa dedaunan menghijau
ketika musim hujan
apakah Kamu mewarnainya
mengapa
jiwa diantara kami beda
apakah Kamu menginginkannya
mengapa
diantara kami ada yang dapat membaca
isi hati dan pikiran hampir setiap orang
sedangkan orang lain tidak
mengapa
perjalanan kami semua berbeda
meski dalam konsep yang sama
hanya tentang duka dan suka

Guru
entah sejak kapan Kamu
memulainya
apakah dulu aku juga pernah ada?

pada kehidupan dimasa lampau
Dimana?

Guru
siapakah Kamu Sesungguhnya..
sehingga aku merasa kosong
tak memiliki apapun
namun Kamu senantiasa

memberi apa pun~
13528731_1035467699894012_8965065240471861754_n

Tentang MAKANAN (1)

14568228_10205559666950788_3681338589427985809_n

Wedaran: Kang Dudung

Apa Sih Tujuan terakhir Makanan masuk ke dalam Tubuh Kita?
Energi
Untuk bisa jadi energi apa nya yg diserap
menu ini buat yang biasa ketemu ghaib

intinya tujuan akhir makanan adalah jadi energy penunjang bagi raga kita.
Tidak mungkin kita jadi nanas, pisang, anggur atau lainnya…tetaplah kita jadi manusia

Sekarang kita rubah menu yang di hidangkan
Misal, saya dapat info tentang kesuksesan bob sadino sebagai pengusaha
Saya lahap tip sukses ala bob sadino… apakah saya akan jadi bob sadino?
Seperti halnya menu yang tadi… sebenarnya info2 dan tip2 tersebut adalah untuk menunjang kesejatian diri kita, BUKAN UNTUK JADI BOB SADINO
Tapi saripati ilmu dan energy dari bob sadino untuk menunjang perilaku kita, agar sukses dengan ukuran jati diri kita…
Lanjut dikit….
Kita makan anggur Bukan untuk jadi anggur
Kita makan pisang Bukan untuk jadi Pisang
Kita makan jeruk Bukan untuk jadi Jeruk
Kita nyerap info mario teguh Bukan untuk jadi Mario Teguh
Kita nyerap info aa gym Bukan untuk jadi Aa Gym
Kita nyerap info bob sadino Bukan untuk jadi Bob Sadino
Semua menu yang tersedia dan dimakan atau diserap agar kita menjadi Diri Kita yang SEHAT
Ada Hal lain dalam Mekanisme Tubuh yakni….Tidak semua Makanan bisa diserap tubuh…
Saripati Makanan yang tidak bisa diserap tubuh ADALAH AMPAS
Jadi harus di BUANG ke toilet…agar Tubuh Tetap Optimal

Demikian pula halnya info dari luar ada info2 yang tidak bisa diserap oleh Kejiwaan kita
HARUS di buang, karena kalau ditumpuk Akan mengakibatkan simpton Kejiwaan yang NGGAK PERLU