Tentang MAKANAN (1)

14568228_10205559666950788_3681338589427985809_n

Wedaran: Kang Dudung

Apa Sih Tujuan terakhir Makanan masuk ke dalam Tubuh Kita?
Energi
Untuk bisa jadi energi apa nya yg diserap
menu ini buat yang biasa ketemu ghaib

intinya tujuan akhir makanan adalah jadi energy penunjang bagi raga kita.
Tidak mungkin kita jadi nanas, pisang, anggur atau lainnya…tetaplah kita jadi manusia

Sekarang kita rubah menu yang di hidangkan
Misal, saya dapat info tentang kesuksesan bob sadino sebagai pengusaha
Saya lahap tip sukses ala bob sadino… apakah saya akan jadi bob sadino?
Seperti halnya menu yang tadi… sebenarnya info2 dan tip2 tersebut adalah untuk menunjang kesejatian diri kita, BUKAN UNTUK JADI BOB SADINO
Tapi saripati ilmu dan energy dari bob sadino untuk menunjang perilaku kita, agar sukses dengan ukuran jati diri kita…
Lanjut dikit….
Kita makan anggur Bukan untuk jadi anggur
Kita makan pisang Bukan untuk jadi Pisang
Kita makan jeruk Bukan untuk jadi Jeruk
Kita nyerap info mario teguh Bukan untuk jadi Mario Teguh
Kita nyerap info aa gym Bukan untuk jadi Aa Gym
Kita nyerap info bob sadino Bukan untuk jadi Bob Sadino
Semua menu yang tersedia dan dimakan atau diserap agar kita menjadi Diri Kita yang SEHAT
Ada Hal lain dalam Mekanisme Tubuh yakni….Tidak semua Makanan bisa diserap tubuh…
Saripati Makanan yang tidak bisa diserap tubuh ADALAH AMPAS
Jadi harus di BUANG ke toilet…agar Tubuh Tetap Optimal

Demikian pula halnya info dari luar ada info2 yang tidak bisa diserap oleh Kejiwaan kita
HARUS di buang, karena kalau ditumpuk Akan mengakibatkan simpton Kejiwaan yang NGGAK PERLU

Tentang MAKANAN (2)

Wedaran: Kang Dudung

Sekarang Menu nya saya rubah tentang Dunia Ghaib
Ada orang yang dipertemukan dengan Ratu Kidul
Ada orang yg dipertemukan dengan Semar
Ada orang yang dipertemukan dengan Jesus
Ada orang yang dipertemukan dengan Nabi Muhammad
Ada orang yang dipertemukan dengan Prabu Siliwangi
Dan lain lainnya…Naga, dewa, budha dst
Seperti hal nya tadi
BUKAN kita harus jadi Ratu Kidul
BUKAN kita harus jadi Nabi Muhammad
BUKAN kita harus jadi Jesus
BUKAN kita harus jadi, Siliwangi, semar, naga, dewa, budha dll

BUKAN ITU SEMUA TUJUANNYA
SEMUA DITUJUKAN AGAR KITA JADI DIRI SENDIRI yang SEHAT SECARA KEJIWAAN
EKSES KESOMBONGAN karena kita TITISAN RATU ATAU RAJA….HARUS dibuang ke TOILET
Karena kalau kita menumpuk ekses2 yang tidak bisa diserap KEJIWAAN kita, akan jadi PENYAKIT
Bisa Gila…delusi…halusinasi dll
Bisa jadi kita merasa sebagai raja misal…meremehkan orang…menganggap yg lain bawahan…memerintah orang seenaknya dll
ITU CONTOH EKSES2 PENYERAPAN YANG TIDAK SEMPURNA

Tentang MAKANAN (3)

Wedaran: Kang Dudung

Apa bedanya dengan watak..?

Semua perjalanan itu sebenarnya untuk membentuk watak kita agar lebih baik
Emang leluhur mendatangi kita untuk apa?
Ok…kita turunin dikit di Tingkat Keluarga
Leluhur kita (ibu dan bapak)
Mengundang guru les matematika, piano, fisika, biologi dll
BUKAN ditujukan AGAR KITA jadi guru les piano, matematika, biologi dsb
TAPI DITUJUKAN AGAR KITA JADI DIRI KITA dan SIAP MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN

Ini sebenarnya menyoroti Fenomena spiritual yang banyak pada saat ini
Kasihan yang diperjalankan sebagai ratu ini ratu itu dan dimanfaatkan oleh Orang2 yang Tidak bertanggung jawab.
Jadi Sebenarnya PARA LELUHUR dan PARA GHOIBER mendatangi kita itu Agar Kita Menjadi Imam bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, semesta

Ulah Ngalieuk Katukang (jangan menengok ke belakang)
Ada orang yang merasa jadi ratu di abad ke berapa gitu…terus perilakunya seperti ratu
padahal sedang masak di dapur.
Banyak orang bangga leluhur tapi tidak mengaplikasikan sifat2nya leluhur yang baik dalam alam nyata…

Tujuan akhirnya makanan masuk jadinya kemana?

Tujuan akhirnya kawin
Coba renungkan…. dalam keluarga saja, biasanya seorang anak dilepas oleh keluarganya setelah nikah… Karena dianggap “sudah” mandiri.
Makanan juga masuk ke raga kawin dengan sel2 tubuh kita untuk membentuk sel2 baru yang lebih fresh…jadi tubuh kita sehat

Demikian pula halnya dengan leluhur, setelah energy nya “kawin” dengan energy jiwa keturunannya, seolah2 melebur dalam jiwa keturunannya dalam bentuk energy jati diri yang baru
Para leluhur sudah tidak khawatir lagi dengan keturunannya…akhirnya *menghilang* hanya mengawasi.
Orang tua juga sama anaknya yang sudah kawin biasanya sudah tidak ikut campur lagi….hanya mengawasi saja

Tentang MAKANAN (4)

Wedaran: Kang Dudung

Dalam keluarga saja yang memberi bimbingan tidak mesti orang tua langsung, bisa tetangga atau kenalan ibu bapaknya yang ‘sayang’ kepada anak tersebut

Pertanyaannya leluhur itu banyak bahkan teman leluhur juga banyak
Bagaimana kita memilah dan memilih info atau menu yang disuguhkan?
Agar jiwa kita tumbuh sehat dan sempurna.

Nah…hal yang demikian itu termasuk menu yang disuguhkan
Apakah ada manfaat untuk jiwa kita atau tidak?
Kalau tidak ada manfaatnya…tinggalkan

Yang paling rentan di dalam aspek jiwa manusia adalah dinamika Sukma…
Iya, akibat lapar manusia bisa jadi tidak mengindahkan aturan , akibat lapar manusia bisa jadi kufur, namun ada akibat lapar manusia jadi kuat rasanya juga jadi sakti.

Dalam wilayah keghaiban banyak sekali menu yang disuguhkan
Ada dari wilayah prewangan, batara, dewa, leluhur, malaikat, dewa, hyang, nabi, wali dll
SUNGGUH SANGAT MEMBERATKAN DAN MEMBINGUNGKAN JIWA
Disinilah kita harus pandai memfilter dan memblender nya agar info2 dan energy2 yang dihidangkan bisa menjadi sesuatu yang menyehatkan jiwa
Karena kapasitas Jiwa tiap orang berbeda sesuai peruntukkannya
Coba bayangkan kapasitas memory internal kita 8 giga…data2 yang masuk misal 32 giga
Bisa jatuh pingsan jiwa bahkan raga kita
Apabila kita disodorkan makanan
Kita santap daging terus tiap hari, berhari2, berminggu2, berbulan2
Bisa dibayangkan apa tidak…berapa banyak tumpukan lemak dalam tubuh kita?
Kalau tumpukan lemak terus berlanjut, akan membentuk myoma, terus menjadi kista, terus menjadi kanker…dll
Raga kita semakin sakit, kita tenang saja
Hingga keluarlah kita dari Orbit orang2 yang sehat

Sekarang…. coba kita bayangkan apabila yang datang adalah ghaib naga
Berhari2, berminggu2, berbulan2 berintetaksi dengan naga
Akhirnya jiwa kita seperti naga, sembur sana sembur sini
pendapat yang tidak sejalan dianggap menghalangi…jiwa panas, ilham2 dianggap langitan dll
Hingga keluarlah kita sebagai orbit manusia
Intinya…KITA harus hati-hati bermain di wilayah ke ghaiban
EKSES KEJIWAAN NYA RISKAN SEKALI

Tentang MAKANAN (5)

Wedaran: Kang Dudung

Sekarang Saya sederhanakan
Agar semua dapat Mestika Permata Cahaya, yang hakekatnya adalah Tujuan dari perjalanan jiwa kita.

Leluhur….apakah dulunya manusia?
Kita…bukankah nanti akan jadi leluhur?
Nabi adam apakah manusia?
Dewa-dewa apakah dulunya bukan manusia?
Tokoh-tokoh wayang apakah dulunya bukan manusia?
Nabi muhammad apakah manusia?
Ada benang merahnya….yakni Manusia

Sekarang kita renungkan….Apakah yang sama dalam setiap Manusia?
Pada saat matahari menyapa bumi, semua diliputi… bukan cuma melati, mawar, pohon jengkol, pohon rambutan, dll semua dapat cahayanya.
Pada saat Ruh menyinari raga semua terliputi…bukan cuma dia tukang akik, presiden, nabi, wali, leluhur….semua terliputi CahayaNya
Jadi ada kesamaan potensi dalam semua manusia yakni percikan cahayaNya
So….karena dapat cahaya yang sama, hakekatnya Pesan2 leluhur, nabi, semar, wali dan lainnya….Ujungnya adalah menyebarkan Cahaya Ruh di Muka Bumi
MENYEBARKAN MESTIKA PERMATA CAHAYA DI MUKA BUMI

Mustika Permata Cahaya adalah Sifat Utama Ruh
YAKNI ROHMAN ROHIM
Sifat2 lainnya adalah gradasi wujud dari sifat yang utama
Karena semua Hakekat Wujud Terliputi oleh Rohman RohimNya Allah

Jadi apakah kita tukang akik, tukang beca, ustad, kiayi, pastor, rahib, ibu rumah tangga, spiritualis, bukan spiritualis….PASTI BISA MENYEBARKAN ENERGY ITU
Apakah titik anjak kita dari islam, kristen, hindu, budha…atau ageman lainnya, PASTI BISA MENYEBARKAN MESTIKA INI
Mau kita orang sunda, jawa, arab, amerika, eropa….PASTI BISA MENYEBARKAN ASAH, ASIH DAN ASUH DI MUKA BUMI
Tidak ada syarat
Semua punya potensi untuk menyebarkan itu.
Itu otomatis…yang iman benar, range kasih sayangnya akan semakin luas

So..bisa dibilang.. orang yang tak berimanpun bisa menyebarkan mestika itu..?
Bisa … tapi kedalamannya berbeda jauh, karena arah niat berbeda.
Hasil yang di dapat sesuai Niat nya
Titik Anjak dan Tujuan Harus Lurus

Tentang MAKANAN (6)

Wedaran: Kang Dudung

Dalam dimensi sana…

maqom-maqom Ruhani ditentukan oleh seberapa besar range kasih sayang kita…
BUKAN OLEH KETINGGIAN ILMU KITA….
BUKAN OLEH KESAKTIAN KITA…
BUKAN OLEH KEDUDUKAN KITA…
BUKAN OLEH AGAMA KITA…
BUKAN OLEH ETNIS KITA…

Apa dapat dikatakan.. sebenarnya potensi itu sudah melekat sejak lahir..?
Betul sekali….
Coba perhatikan saat kita lahir… yang pertama kali dikenalkan ADALAH
ENERGY KASIH SAYANG IBU BAPAKNYA
Karena Hakekatnya Ibu Bapak adalah Pantulan wujud dari Rohman Rohim Allah
AWAL AKHIR MISI DARI SEMUA ADALAH MESTIKA INI.

Semua ada dalam rancanganNya
Judulnya makanan… Apa yang dimakan harus selektif, agar sukma jati kita tetap seimbang.
Kasus seperti di atas adalah racun untuk sukma kita
Keutuhan jati sukma kita secara perlahan dilemahkan kekebalannya
Badan halus (bio plasmik) kita harus selalu tetap sehat seimbang~

SEMBUNYI DI TEMPAT TERANG

12990856_225242771172934_4679853076945075168_n

Jiwa
Bukan inginku kembali ke mayapada
Ketika terik matahari menyengat
Kulihat Orang-orang se-karat

adalah JIWA
yang mencari kesejatianNya
yang kadang terhimpit oleh nista di bejana
durjana

adalah jiwa
yang menangis dipersembunyianNya
yang terbakar oleh hawa dalam dada
angkara

adalah Jiwa
Demi kertas penyambung nyawa
Lalu kau sia-siakan raga
Yang sedang gelap mata

Jiwa
Kau memang tak punya mata
Tapi masih ada sekeping hati
Yang dapat melindap ambisi

Jiwa
Mengapa kau sembunyi
Di tempat uji nyali
atau.. tempat yang hakiki?

~Hihihi.. masih lucu sekali dunia ini~

DIANTARA NOKTAH CINTA

Kau putuskan benang merah dalam sebuah noktah
Menyisakan lubang-lubang hitam tak beraturan
Dan itu membunuh seluruh keyakinanku

Ooo,, jika malam ini aku harus bertanya
Kemanakah dulu rangkaian asmarandana yang memanggilku ?
Kemanakah dawai asmara yang merajutkan ikatan mimpi ?
Kemanakan hembusan nafasmu
ketika aku datang dari arah angin nan jauh ?
Dan kenapa kau sisakan aku dalam koma perjalanan
Hingga keyakinan ini berahir didalam noktah hitam

Ooo…….. jika esok aku masih harus bertanya
di ruang mana KAMU titipkan seUtas CINTA
agar Kami tak lagi papa~

 tipto0002

Tentang Leluhur (1)

Diangkat dari materi status : Kang Dudung
Editor : Bunda Dewi Astrid

Tidak Semua Leluhur itu positif…
Semua leluhur positif Atau Gimana nih?
Katanya sih….ghoib itu tidak pernah bohong….
So…..kira2 untuk apakah leluhur menyampaikan suatu pesan…
Gimana caranya menyampaikan pesan?
Mohon pencerahannya nih..

Saya dapat info dari grup jogya, katanya ghaib tidak pernah bohong…benarkah?
Kang bud…kira2 bagaimana membedakan astral, arwah atau ghaib?
…untuk menentukan apakah itu leluhur atau justru ghaib yang menyamar
Apakah suatu pesan itu leluhur, astral atau ghaib

Apakah…leluhur yang memberi pesan adalah yang semasa hidupnya belum sempurna?
Atau yang sudah sempurna?

Tentang Leluhur (2)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Tidak semua leluhur itu positif
Sama halnya nanti 11 generasi mendatang, turunan kita akan ngomong gitu
Kira2 apa yg akan dipikirkan keturunan para koruptor?
Tapi yg harus disadari adalah merekapun memiliki sesal dimasa hidupnya.
Beban dan doa, ‘semoga keturunanku tidak seperti aku, sebisa mungkin segala upaya akan ku lakukan agar mereka tidak mengalami apa yg aku alami
Sebuah doa demi meningkatnya mutu mental dan karakter keturunan
Itulah keinginan sukma

Wujud energi doa,, doa sendiri adalah energi,
sedangkan energi tidak bisa dimusnahkan
hanya berubah bentuknya
Menjadi sukma,

salahsatu komunikasi sukma lawas dengan sukma kekinian di dalam warangka dalam melalui mimpi, melalui penglihatan, melalui gagasan, melalui pendengaran melalui perubahan kecepatan detak jantung, kekeduteun, gerak refleks, banyak deh, termasuk firasat…
Utuhnya manusia memiliki 17 pemancar sukma.

Energi memori sukma terjewantahkan dalam sebuah sebutan ‘arwah’
Pemancar sukma akan aktif dalam moment dibutuhkan dan atau diperlukan dan atau diharuskan.
Naaahhh salah satu pemancar sukma ya itu, Sukma Paningal.
Pemancar sukma dalam tubuh akan menangkap ‘kehendak’ sukma ngumbara, hanya jika powernya ada, ghaib diri.. Disinilah yang dirujuk sebagai indera ke-6.. Aktifnya gaib diri, yang memberi energi pemancar sukma, dan menangkap getaran sukma ngumbara dalam bentuk perspektif, bakat, kesadaran, karumasaan, ingatan kehidupan/dejavu, penglihatan, pendengaran, firasat, dsb.
Itu kenapa potensi indera ke-6 para indigo bervariasi.
Dan biasanya, mereka cenderung ‘berkumpul, dan malah beberapa ‘menularkan’ satu dengan yg lainnya.
Gaib tidak pernah bohong,
namun arwah hanyalah sekelumit manifestasi sukma yg pernah ‘bertubuh’.
Arwah juga awalnya energi gaib manusia, namun seringkali diinterpretasikan dengan roh, padahal berbeda…. Jangankan arwah bisa gentayangan, berdoa, bertafakur, bertapa, bahkan lagi jongkok juga pikiran mah bisa gentayangan….
Nanti akan terlihat apa bedanya. Roh dengan Arwah
Sebelum kesana, ada yg harus dibuka dulu, yaitu jagat ingsun, atau wadah jiwa..

Tentang Leluhur (3)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Dudung
Editor : Bunda Dewi

Tidak semua pemancar sukma teraktivasi sempurna kan kang budi?
Apakah mungkin bisa merdeka?

Ok…saya bahas dari dna saja
Dna dalam bahasa lain disebut Titis Tulis
bisa juga disebut qodha qodar

Dna ada dua sisi:
Dna biologis, menentukan garis2 dan lekuk2 dari jasad seseorang.
Dna ghaib, menentukan garis2 dan lekuk2 jiwa seseorang…
Dna biologis hasil kombinasi dna ibu, bapak, kakek, nenek dst dari leluhur2 kita…
Dna ghaib juga demikian…

Kalau saya ganteng, berarti ada di leluhur saya yg ganteng
mau bapak, kakek, uyut atau yg lainnya
Itu tergantung gen apa yg lebih banyak terakses…gen yg dominan bapak atau kakek
Karena ada juga gen2 yg resesif….

Sama halnya dna ghaib, tidak semua terakses dlm suatu periode kehidupan
pasti ada yg dominan dan ada yg resesif

Dna ghaib inilah yg seringkali membikin kebingungan2 dalam proses aktivasi nya
Karena sifatnya berubah2 sementara tower ghaib kita blm ajeg sempurna
gelombang dari wilayah ini menghantam dari berbagai arah

Dari mulai prewangan, sukma penasaran, jin, batara, dewa dewi dll saling berlomba2 tuk menyampaikan pesan

Tentang Leluhur (4)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Pelaku spirit ada 3,
Arwah
Gaib
Astral

Kadang manusia melakukan kontak dengan memori sukma seseorang
rohnya kembali ke sang khalik, tapi sukma ; gelora keinginan, beban, harapan, ketidak puasan,, seringkali terjebak/marakayangan di alam paralel yg dekat dg alam manusia, alam arwah

Ghaib itu berkaitan dengan kemampuan pengolahan potensi sukma diri
terhubungnya energi psikis manusia dengan alam semesta
Perilmuan atuh, kabedasan, komara, kawijayaan, tenaga dalam, sugesti, manipulasi pikiran/hipnosis, termasuk doa.
Karena itu, gaib diri harus kuat
Pijakannya mantap, tau kemana harus ‘pulang’, iman kana diri, iman kana tanah,
iman ka Sang Khalik…
Yang ketiga adalah astral, jin, siluman silemin..

Tentang Leluhur (5)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Dudung
Editor : Bunda Dewi

Wedaran Kang Dudung

Seperti kata kang budi
dna ghaib itu bisa berupa energy bisa berupa informasi dan juga wujud2 lainnya
Karena semua tidak terlepas dari hukum kekekalan energy dan informasi
Semua ada di alam ini…tinggal kita pandai2 saja memilah dan memilih yg sesuai dengan tugas keberadaan kita di muka bumi

Alam secara mudahnya di bagi menjadi 3
~Alam kala, yakni alam semesta fisik termasuk jasad manusia.. dipengaruhi ruang waktu
~Alam Niskala, tempat ghaib2 termasuk dna ghoib kita dan semesta ghoib lainnya
tidak dipengaruhi ruang waktu kekinian…biasa disebut alam sukma
~Alam Jati Niskala…yg merupakan alam illahiah

Dalam diri semua manusia ada percikan zatNya yg semuanya sama…biasa disebut alam Ruh
Hakekatnya…Ruh inilah yg semuanya sama di setiap manusia
Jasad berbeda beda, sukma berbeda beda, tapi ruh semua sama
Sifat2 Ruh ini lah yg harus jadi standar dan pembeda dalam proses penyempurnaan jiwa (sukma)
Sifat Ruh yg utama adalah Sifat Rohman Rohim (welas asih)

Sifat ini lah yg menjadi inti semua pesan leluhur, nabi, wali, pendeta, pastor dan semua manusia
Proses perjalanan jiwa boleh lain lain
Tapi sifat ruh ini harus terus menjadi standar dan acuan perjalanan jiwa..

Mercusuar dunia bukan tujuan
Tujuan akhir adalah mewujudkan sifat Tuhan dimuka bumi~

Seorang tukang beca yg besar range welas asih nya lebih utama dari seorang kyai yg punya ilmu mumpuni, tapi range sifat welas asihnya kecil
Jadi apapun perjalanan jiwa…ditujukan utk memperluas range welas asih dalam diri
Seandainya dna kita turunan raja, dan kita bertemu dengan leluhur kita yg raja…
jika sifat kita jadi sombong, melecehkan…welas asih semakin mengecil
dipastikan gagal menerima pesan leluhur nya
Semakin luruh ego diri…semakin sempurna perjalanan

Tidak pantas pohon beringin merendahkan pohon cabe
Tidak pantas pohon cabe rendah diri terhadap pohon beringin
Karena semua ciptaan diciptakan unik dan fungsional dlm kerangka ahadiah Tuhan
Semua SEJAJAR di hadapan Allah

Dari perjalanan saya mah Ruh itu hanya menyaksikan kok
Dari azali sampai nanti
Ternyata gerak ada yg menggerakkan, ucap ada yg mengucapkan,
hidup ada yg menghidupkan
Diri ini hanya menyaksikan segala peristiwa
Alastu bi Robbikum…itu zaman, azali, saat ini dan nanti
terus berthowaf dalam musyahadah terhadap kekuasaan Allah

Tentang Leluhur (6)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Jagat Ingsun 1
Cahya
Chakra Hyang, Percik kahyangan/kaheangan, simfoni penciptaan, Nur Muhammad
Kehendak dan restu sang Pencipta itu sendiri
termasuk kekosongan sekalipun tidak luput dari restuNya.

Analogi ghaib yg lainnya :
Disaat kita lapaaaaaaarrr sehingga lemes, tak bertenaga dan reseh,
hihihi…. Pastinya kita makan donk bukan update ts
Makan yg banyak sampai kenyang, barulah kita punya power untuk beraktivitas
Abis makan, langsung kerja lagi
TAPI… pernahkah kita menyadari, bahwa makannan yg kita makan itu baru nyampe lambung, belum ada proses penyerapan
Laaahhhh… lalu apa donk yg diserap sehingga abis makan ‘seolah’ full power?

Ghaib diri, bersinergi dengan aspek Jagat Ingsun ke-2 :
Daya Hurip
Daya Hurip, energi untuk menghasilkan ‘gaya’ Hirup/Hidup
Alam semesta memiliki daya yang menunjang kehidupan,
energi gaib yang terserap dari 8 unsur semesta, dalam bentuk daya Hurip.

Ketidak seimbangan energi hidup, bisa diseimbangkan kembali dengan daya Hurip semesta.
Tanaman yg sering disentuh, dan diajak ‘komunikasi’, pertumbuhannya lebih baik. Interaksi antara daya hurip manusia dengan tumbuhan
Berlaku juga dengan angin,, dengan air, dengan tanah, dengan api
Wilayah energi kosmos, makro dan mikro
energi penunjang materi alam semesta yang bersifat immateri, gaib dalam bentuk Hurip.

Energi Daya Hurip ini saling memiliki keterkaitan dan terikat satu sama lain
keseimbangan, seperti jungkit, keseimbangannya ini terbentuk dengan adanya aspek Jagat Ingsun ke-3 :
Jala Siger.
Jala Siger/Tali Allah (by Kang Dudung-red),
benang kosmos yang mencari keterkaitan antar makro dan mikro, yang menghasilkan jodo, pertemuan, keseimbangan, kesetaraan frekwensi.

Jala Siger Kalau di anatomi tubuh, otot engsel.
Cahya ada, hurip ada, dihubungkannya dengan ‘benang’… Jalur, marga, garis, kabel, lebak
Seperti gunung dan laut, disambungkan dengan sungai
Hulu cai/mata air nyambung dengan muara.

Pertanyaannya adalah
Adakah pesan universal yg di kehendaki oleh leluhur2 kita?
Bukankah leluhur juga dulu nya manusia? Bukankah nabi2 juga manusia?
Bukankah para pendeta, pedande, wali dll nya juga manusia?
Karena semua adalah manusia
Pasti ada tugas universal yg dibebankan kepada manusia dan itu berlaku kepada semua manusia
Ini yg jadi PR nya….