DENDANG SANG REMBULAN

Sering rasanya ingin mengganti

lembaran halaman buku harianku

malam merayap

kamu masih menungguku

sendu

menatap dalam gelap

aku malu

tersipu

pada harapmu

keping keping hati tersayat

ditengah coretan kata kata kusam

tentang hari demi hari

kuresapi

sejalan dengan matahari.

Jangan tutupi dirimu lagi

di puncak bukit itu

berselimut awan kelabu

aku tak dapat melihat tubuhmu

menatap matamu..

meraba nuranimu

mendekap bayangmu

dan bersanding didepanmu

kupanggil mega mega

untuk antar ke pelaminan

diatas bias basah rerumputan

sambut rindu kata hatimu

walau aku tak tau siapa dirimu.

kusampaikan seutas damba

pada angin

yang senantiasa pergi…

agar cahayaku

terlelap dikedalaman relung hatimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s