DEBU DIATAS DAUN

aku ingin menatapmu

seperti dulu

pertama bertemu

masa masa indah

bersama nuansa cinta

milik kita

aku ingin melukismu

seperti dulu

dalam imaji yang kutuang ke kanvas

ditengah warna warni bunga membias

jadi penghias ruang riasku

aku ingin memelukmu

seperti dulu

pertama kurasakan kehangatan cintamu

ketika kugenggam rindumu

lewati seratus hari tak bertemu

kupanggil hujan..

untuk hapuskan debu debu diatas daun

agar cinta suciku menghijau kembali

dan tetap abadi

sampai kamu datang nanti

tapi kapan.. ?

dunia tanpa polusi.

PERJALANAN KE EMPAT

di tiap jalan

kutemui persimpangan

diguyur hujan

dingin

pori-pori tubuh menciut

ada rasa takut

menggelayut

sebuah keyakinan

tertuju kepada kebenaran

dimana nasib dan takdir

dipertaruhkan

kamu merasa benar

dia merasa lebih benar

aku juga rasa benar

di tiap jalan

kutemui persimpangan

sebuah keyakinan

yang sama satu tujuan

dimana nasib dan takdir

dipertaruhkan

bukan untuk sebuah pertengkaran

yang memicu kehancuran

atau memang kita lebih senang

menjemput kehancuran..?

di tiap jalan

kutemui persimpangan

ada rasa takut

menggelayut

karena maut

tak pernah menyahut.



PERJALANAN KETIGA

keringatmu yang mengucur sepanjang jalan

bagai butir butir kenangan yang tak padam

terik matahari tak pernah sedikitpun mengalahkan

semangatmu dalam mengejar kebahagiaan

untuk kamu bawa pulang

meski hanya..

ke istana rombeng milikmu

namun kegembiraannya,

adalah tarikan nafas lega bagimu

putra putri kecilmu

ditangannya generasi berlanjut

atau semakin kusut?

DARI BALIK JENDELA KACA

maafkan aku Raga

telah lebih dari empatpuluh tahun

kamu berikan kepuasan kepuasan

terkadang aku merasa tak cukup puas

maafkan aku Bumi

setua usia ini…

aku masih kurang berterimakasih

padahal kamu selalu turuti segala inginku

aku sadar

dibalik cerita ada Sang Pencipta

yang Maha Kuasa

yang menciptakan Ruh-ruh

pada kehidupan di langit dan di bumi

… yang tidak menuntut apa-apa

bahkan ketika aku melupakannya

DIA tetap diam

maafkan aku teman

kepahitan dan kesenangan yang kita lalui

hanyalah sebuah perjalanan

yang datang dan pergi

jangan jadikan dendam karena sakit hati

maafkan aku Ibunda

tanpa kasih sayangmu

aku tak ada disini

di balik jendela kaca ini…

DALAM DIAMKU…

waktu itu..

walau pedih rasanya

dalam diamku, kamu tertawa

karena salah tak disengaja

karena kamu semakin tak mengerti

karena cinta tak harus memiliki

kutarik nafas panjang

meski untuk secuil rasa lega

dalam diamku.. untukmu

tersenyumlah disela duka hatimu

angin akan bawa kenangan pergi

dan ketika gerimis datang

seluruh tangis akan menghilang

seperti debu dihapus curah hujan

lalu berhenti

ketika mentari bersinar kembali

pergilah ke tempat tujuanmu

disana bahagia menunggu

biarlah aku disini berselimut sepi

dalam diamku…

tertawalah sepuas hatimu.


DARI BALIK AWAN

seandainya..

kugulung awan hitam

bintang pasti tersenyum

seperti manisnya senyum Aina

meluluhkan hati yang luka

yang hanyut dalam dekap manjanya

seandainya..

bintang kupetik untuk Aina

rembulan akan tertawa

cahayanya akan tersirat diwajah

lugu Aina..

ia menari diatas rerumputan

diantara bunga-bunga yang bermekaran

ah, seandainya…

Aina telah dewasa,

akan kubungkus rembulan

untuknya..

agar sepanjang hari yang ada

hanya senyum Aina

jangan menangis lagi ya sayang….

ibu selalu temani kamu

dari balik awan.






SESUATU ITU, TETAPLAH JADI MISTERI

aku ingin katakan

bahwa aku telah jatuh cinta …

pada bunga yang sedang mekar

pada rumput yang hijau

pada embun pagi

pada kesejukan air hujan

pada rembulan dan bintang bintang

itulah keindahan

kunikmati dikedalaman hati ini

aku juga telah jatuh cinta

pada bayang bayang malam

diantara kebisuan yang mencekam

aku jatuh cinta pada bayang bayang diriMu

yang membuntuti hampir tiap malamku

sampai dengan jelas kudengar suara hatiMu

Kamu akan datang menjemputku

pada tanggal enam…?

sepi kembali mencekam

hingga aku tak dapat terpejam.



MERDEKA ATAU MATI….. ?

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
namun,
aku tak mampu
menyentuhnya
debu mengotori
rongga hati
di gua naluri
ah kotornya..,
relung-relung
berubah wujud
bagai raksasa
berlumut

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
laut nan membiru
jadi saksi bisu
gerimis tipis
hati menangis
tersayat
sembilu lelakonmu

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
tetapi,
percuma
tanpa fakta…

matilah kamu !
disemenanjung kalbu.

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
namun,
aku tak mampu
menyentuhnya
debu mengotori
rongga hati
di gua naluri
ah kotornya..,
relung-relung
berubah wujud
bagai raksasa
berlumut

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
laut nan membiru
jadi saksi bisu
gerimis tipis
hati menangis
tersayat
sembilu lelakonmu

disemenanjung kalbu
kamu hadir
disana
berulang kali
ucapkan cinta
tetapi,
percuma
tanpa fakta…

matilah kamu !
disemenanjung kalbu.

TENTANG MALAM ITU

malam itu

kamu datang kehadapanku

menangisi… semua duka

yang menorehkan luka

kamu menangis sepuas hatimu

hanya aku

yang mampu merangkul tangismu

merawat luka-lukamu

sambil kunyanyikan lagu rindu

rindumu

pada genggaman cinta

sang kekasih yang telah pergi

rindumu yang berharap

cinta itu datang kembali

bersemi direlung hati

meski pada lain hati

kunyanyikan lagu rindu

rindumu

yang tak pernah habis menunggu

meski dalam nyanyian sendu

kamu tetap rindu…

menangislah sepuas hatimu

hanya aku

yang dapat menghapus airmatamu

lalu kubasuh

dengan segenggam rindu

bagi hari esokmu…

MALAM YANG BISU

hatiku berteriak lantang

pada malam yang sepi

awan gelap

tanpa bulan

tanpa bintang

tanpa rasa berdosa

kumaki semuanya

karena

aku tak dapat berlari

dalam gelap

aku tak dapat menangkap keindahan

tanpa rembulan

aku tak dapat menggapai langit

tanpa berpijak pada tiap bintang

aku tak dapat terbang

sayapku patah

andai saja..

malam tak sebisu ini

akan kupanggil peri peri kecil itu

untuk bawa secuil anganku

kedalam sunyimu

dimana sayapku tadi patah

ketika mencarimu

dan terus mencari

dalam kekinian

dalam keabadian

…malam tetap membisu

hatiku berteriak lantang

pada malam yang sepi

awan gelap

tanpa bulan

tanpa bintang

tanpa rasa berdosa

kumaki semuanya……