SESUATU ITU, TETAPLAH JADI MISTERI

aku ingin katakan

bahwa aku telah jatuh cinta …

pada bunga yang sedang mekar

pada rumput yang hijau

pada embun pagi

pada kesejukan air hujan

pada rembulan dan bintang bintang

itulah keindahan

kunikmati dikedalaman hati ini

aku juga telah jatuh cinta

pada bayang bayang malam

diantara kebisuan yang mencekam

aku jatuh cinta pada bayang bayang diriMu

yang membuntuti hampir tiap malamku

sampai dengan jelas kudengar suara hatiMu

Kamu akan datang menjemputku

pada tanggal enam…?

sepi kembali mencekam

hingga aku tak dapat terpejam.



4 thoughts on “SESUATU ITU, TETAPLAH JADI MISTERI

  1. bukan … bukan senyummu yang membuatku
    membayangkan berlari-lari di padang savana
    memetik bunga-bunga liar
    bernyanyi-nyanyi kecil
    bersiul-siul gembira
    dan membasuh mukaku di dinginnya air sungai yang mengalir dari
    pegunungan

    bukan … bukan tawamu yang membuatku membayangkan
    menyusuri Parangtritis
    mengumpulkan kerang-kerang kecil
    menulis kata cinta di pasir
    memandang matahari tenggelam
    dan membasuh mukaku di hangatnya lair laut pantai selatan

    bukan … bukan matamu yang membuatku
    membayangkan mendaki Tangkuban Perahu
    menghirup udara segar
    membeli seikat edelweis
    mencicipi stroberi yang asam-asam manis
    dan membasuh mukaku di segarnya air pancuran yang mengalir
    tak beratur

    Ah … dinda
    izinkan aku
    izinkan aku
    izinkan aku
    merasakan getaran ini walau tanpa alasan
    walau engkau enggan
    walau engkau tak percaya

    Ah … dinda
    engkau tertawa geli
    tatkala aku berkata, ”Dinda, aku jatuh cinta!”
    engkau tersenyum aneh
    tatkala aku berkata, ”Dinda, aku jatuh cinta!”
    engkau hanya berkata dengan suara sengau, ”Kok, bisa?”

    Ah … dinda
    ingin aku berkuda sembrani melintas awang-awang
    menebar senyum pada burung-burung yang menatapku janggal
    aku tentu tak peduli, dinda
    aku ingin tersenyum pada awan-awan yang membentuk mozaik
    dirimu
    tapi, angin tak bersahabat, dinda
    mozaikmu hancur menjadi awan yang berbentuk aneh

    Ah … dinda
    aku teringat lagi saat kau tertawa geli ketika aku berkata, ”Dinda,
    aku jatuh cinta!”
    aku tertawa geli juga, dinda
    ketika kuingat lagi kau tersenyum aneh dan berkata sengau, ”Kok,
    bisa?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s