DARI BALIK JENDELA KACA

maafkan aku Raga

telah lebih dari empatpuluh tahun

kamu berikan kepuasan kepuasan

terkadang aku merasa tak cukup puas

maafkan aku Bumi

setua usia ini…

aku masih kurang berterimakasih

padahal kamu selalu turuti segala inginku

aku sadar

dibalik cerita ada Sang Pencipta

yang Maha Kuasa

yang menciptakan Ruh-ruh

pada kehidupan di langit dan di bumi

… yang tidak menuntut apa-apa

bahkan ketika aku melupakannya

DIA tetap diam

maafkan aku teman

kepahitan dan kesenangan yang kita lalui

hanyalah sebuah perjalanan

yang datang dan pergi

jangan jadikan dendam karena sakit hati

maafkan aku Ibunda

tanpa kasih sayangmu

aku tak ada disini

di balik jendela kaca ini…