DARI BALIK JENDELA KACA

maafkan aku Raga

telah lebih dari empatpuluh tahun

kamu berikan kepuasan kepuasan

terkadang aku merasa tak cukup puas

maafkan aku Bumi

setua usia ini…

aku masih kurang berterimakasih

padahal kamu selalu turuti segala inginku

aku sadar

dibalik cerita ada Sang Pencipta

yang Maha Kuasa

yang menciptakan Ruh-ruh

pada kehidupan di langit dan di bumi

… yang tidak menuntut apa-apa

bahkan ketika aku melupakannya

DIA tetap diam

maafkan aku teman

kepahitan dan kesenangan yang kita lalui

hanyalah sebuah perjalanan

yang datang dan pergi

jangan jadikan dendam karena sakit hati

maafkan aku Ibunda

tanpa kasih sayangmu

aku tak ada disini

di balik jendela kaca ini…

11 thoughts on “DARI BALIK JENDELA KACA

  1. teringat Ibu-ku.
    Thx for comment in my weblog🙂
    Nice Blog!

    (makan coklat biar nggak depresi
    lebih enak minum kopi di pagi hari

    terimakasih telah memberi hati
    tapi cokelat yang tadi enak sekali)

    lho.. hehehehe maaf cuma bercanda😀

  2. @serpihanimaji:
    terimakasih sudah berkunjung ke blogku
    coklat?
    waw … itu makanan kesukaanku lho

    @nurirwan
    aku suka blogmu
    isinya aneka macam artikel
    dan sepertinya kamu seorang humoris
    yg terkadang bisa juga serius…
    makasih kunjungannya..

      1. usia saya memang sdh tua
        tapi saya bukan blogger senior
        saya hanya penulis biasa
        yg mencoba tuk menuliskan curahan hati
        dari diri sendiri, dari teman, dan lainnya
        makasih sdh berkunjung kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s