MENYULAM MATAHARI YANG KOYAK

malam

hening

bening tanpa suara

sunyi mencekam dalam derai seribu bulan

semilir kisahmu terbawa angin

jatuh kedalam dekap rindu

yang tak tahu malu

begitukah caraMU

mengingatkan hambaMU yang penuh nista

malam

sepi sekali

tanpa suara binatang

tanpa desir semilir angin

dan alampun ikut terdiam

bulan merah jambu

tebarkan cahayaMU

keseluruh dinding-dinding kaku

saksi bisu segala hasrat

tak terpuaskan dengan satu kalimat

satu kata nikmat.. walau sunyi mencekam

mematikan

denting detak jarum pada jam yang tetap berputar

dalam derai duapuluhempatjam malam seribu bulan

padamu bintang yang sembunyi ditirai malam

jangan menjauh .. tetaplah menari

hiasi malam bagi cucu-cucuku nanti

malam

hening

bening tanpa suara

lelaki tua itu terbatuk-batuk..

itulah suara pertama

menyadarkan kenikmatan malam bagi sinenek

“kalau kamu mau pulang, silakan lebih dulu

aku masih menyulam matahari

agar cucu kita tidak terbakar nanti”

kakekpun pulang dengan tenang

karena waktu telah memanggilnya..



3 thoughts on “MENYULAM MATAHARI YANG KOYAK

  1. hey gmna boleh ga di tampilin puisi2 nya, saya belum ada stock puisinie, sdngkn yg mnta dikirim puisi byk, klo setuju nanti kan nama blognya tak publish jadi bisa ningkatin trafick pengunjungnya mohon balas ke email saya dinma.masyudin@yahoo.com

    mksh sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s