PUJANGGA DIUJUNG KOMA

pujangga,

mengapa kau begitu istimewa

mengisi sepinya malam-malamku

dengan canda tawa tanpa cinta

dalam tanda petik dan koma

pujangga,

terkadang aku tak mengerti

untaian kata sandi malam-malam mu

yang menggilas kebodohanku

dalam tanda petik dan koma

pujangga,

kita pernah bersama di maya

merajut benang merah dari gelisah

lalu menyulam kelam sisa duka jadi suka

dalam tanda petik dan koma

pujangga,

hanya koma yang ingin kupetik

sebelum menuju titik

lalu biarlah tanda petik itu

dinikmati oleh mereka

yang tak suka titik.