RAMBUTMU PALSU

jangan sentuh aku lagi

meski hanya ujung-ujung dari helai rambutku

seperti biasanya kamu membelai rambutku

disaat aku ragu

disaat aku gusar

pada konflik yang tersasar

disaat kamu kelakar

hanya untuk tagihan sebentar

aku tau….

wanita bagai boneka mainan

yang disentuh pabila sedang berkeinginan

dan selanjutnya disebut sebagai kewajiban

pada saat kamu kehilangan gairah

lalu kamu cari yang bergincu merah

hingga pernah kamu pulang

dengan wajah memar dan berdarah

ah, bermain-main dengan istri orangkah?

jangan sentuh aku lagi

meski hanya ujung-ujung dari helai rambutku

bukan aku sok suci

tapi aku jijik sekali

pada lelaki yang suka berganti-ganti wanita

hanya  untuk iseng belaka

kamu laksana binatang jadinya

menatapmu,

seperti melihat rambutmu yang palsu

hitam bernuansa semu

dan bau gincu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s