AKU BUKAN BIDADARI

cahaya yang turun dari jauh WajahMU
memandikan tubuh renta jasadku
dengan berjuta serbuk emas
bergulir
diantara bintang dan gelap malam
menari
mengelilingi lubang pori-pori sekujur tubuh
mengalir indah di putaran nadiku
aku hanyut
pada detik detak jantungku
lalu,
dari titik gelap jauh WajahMU
Cahaya Putih MilikMU menerobos ruang dan waktu
merasuk masuk ditengah rongga kening
menghapus masa lalu,
membasuh ilusi panasnya ambisi,
membunuh virus energi yang merusak hati

biarkan saja yang hitam semakin hitam
kelabu jadi ungu
dan putih akan tetap putih
dalam rengkuh CahayaMU

kutatap malam
terlelap ditengah kelam
aku bukan bidadari yang turun dari langit
yang membalut luka pedihnya tiap hati
aku bukan bidadari untuk secuil rindu
yang menggebu tetapi gagu
dan tak bermutu !

KAU bagikan
Cahaya dari kejauhan langitMU
KAU bagikan selapis dari setetes cahayaMU
selapis dan….
setetes
demi setetes
sampai airmata yang menetes
tak mampu lagi,
basahi bumi

Satu saat nanti..

*TELAGA KAHURIPAN*

..Selasa, Ramadhan ke-9

..jam 23.30 tgl 23 Sept 2008

BAYANG

bayang
membayang
di segenap bayang bayang
sayang,
bayang wujud kamu
tak mampu terjangkau
angin senantiasa menghalau
mereka berkicau
aku kacau
kamu galau
mereka berkicau
berkicau… dan berkicau
selalu sampai beribu bayang kicau

sempat kutangkap bayang kamu
disela keheningan maya duniamu
sejak dulu bayang kamu
menghantuiku walau semu
ada tawa 
sayang, bayang kamu
bukan bayang-bayang aku
mereka berkicau
aku galau
kamu kacau
begitulah bayang kamu

dan bayang-bayang diriku
bayang disudut fatamorgana hatimu.

RUMAH MELATI

Rumah kita dulu menyimpan sejuta kenangan
rentetan perpisahan demi perpisahan
kehangatan yang terhapus jaman

Rumah adalah tubuh tubuh kita dahulu dan sekarang..
kemerdekaannya, cantiknya bukan milikmu seorang
keberadaannya hanya penghias jaman yang bakal usang

curah hujan senja tadi, menggiring gigil diruang ruang
menutup pori-pori yang semakin garang
hilang… terbang, menghilang di balik berang

dimana lentera rumah milikmu?
bocah berpayung gapai seribu
bagi dingin tubuhmu

setetes air hujan tertinggal di kelopak melati
bayang-bayangnya cermin wajah dan hati
yang tak pernah mati.