CINTA KE EMPAT

Berbagi cinta memang layak
bagi kaum lelaki
namun jadi tak layak
pabila tak lagi mampu berbagi

dalam melewati berbagai masa
adakah keadilan didalamnya
cinta itu,
bukan lagi berupa napsu
atau malah jadi sebaliknya
merengkuh kepuasan jasmani
memiliki kebendaan duniawi
yang hanya berupa hiasan hidup belaka?

mengapa tak kau hiasi relung hatimu
dengan lukisan pengabdian kepasrahan
bukan keluhan demi keluhan
ketika kamu terjebak kesalahan
juga bukan sekedar meminta ampunan
tanpa usaha pertaubatan

tak ada waktu lagi untuk bersenang-senang
hingga lupa kapan untuk berhenti
dari kepuasan diri

DIA Yang Maha Memberi segalanya
bagi hidupmu… bagi langkahmu..
dawaikan sedalam aliran darahmu
bahwa setarikan nafasmu
adalah milikNYA
bahwa wanita dan anak keturunanmu
adalah pusaka dariNYA
bukan darimu kepadaNYA
tetapi DariNYA kepadamu
melebihi segalanya
yang kamu tahu….

4 thoughts on “CINTA KE EMPAT

  1. kalau “ke” ketemu bilangan, sebaiknya digabung, jadi keempat, kelima, keenam, dan seterusnya. *halah*

    well, semoga cinta kita senantiasa berlabuh pada sang pemilik cinta sejati itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s