MATA TOMBAK CAHAYA

aku tak tahu siapa diriku
sebelum Kamu berikan mata tombak cahaya itu
kedalam mimpiku
Kamu buatkan tatto didadaku
tentang kesaksian adanya rasulmu
nabi Muhammad
nabi Isa menaruh tanda putih
pada pergelangan tangan dan kakiku
Budha menorehkan huruf kanji
pada paha kananku
siapa lagi yang akan Kamu utus
mentatto tubuhku atau sekaligus melukis
rasa cintaku padamu

di angkasa

bunga bunga tidur senyawa lelap
ingkar lari dari gelap
dulu, mengejar kekinian
kini menuju ke keabadian
waktuMu telah hadir
untuk menyingkirkan manusia
yang senang berfikir melintir
yang kikir
yang mencibir
sekejap akan Kamu pelintir

aku tak tahu siapa diriku
sebelum Kamu berikan mata tombak cahaya itu
kedalam mimpiku
Kamu buatkan tatto didadaku
siapa lagi yang akan Kamu utus mentatto tubuhku
atau sekaligus melukis rasa cintaku padamu

di angkasa.

DOA PAGI

Wahai pagi
ijinkan kuhirup sejuknya nafasmu
diantara kelembutan embun
ijinkan kusingkap dedaunan
untuk hambarkan permasalahan

kuteguk aroma pagiMu
disela kehangatan mentari
sejumput doa yang tak sirna
nuansa aneka citra manusia
awali langkahku menuju hariMu..

TERIAKAN BURUNG GAGAK

berhari-hari kutunggu kamu
meski dingin pagi tadi
satu pertanda
kamu bakal datang malam ini

dipinggir senja
ku tunggu kamu dalam uzur
yang menyeruak penantian
diujung kejemuan
membosankan…

bukan karena teriakan burung gagak
pada siang tadi yang berhenti
saat aku jatuh sakit tak berdaya
dan kaka tua membangunkan diriku
pada panggilan tetapnya

kamu asyik dengan fatamorgana?
ah, penantian senantiasa menggoda
meski tak pernah sia-sia

Dia masih menantimu disana.

TERCEKIK RINDU

kamu genggam duka terbungkus cinta
dan terlepaskan dari dada
sewaktu aku bercanda dalam resah
kupeluk semua harapmu
sampai aku tahu seluruh rasa
yang menyusuri tiap urat nadimu

apakah cinta yang pernah
menyusuri relung relung hati
yang sempat kita renda
dalam seikat helai rasa
hanya sia-sia..?

jangan biarkan kumenangis
tanpa nada..
aku kehilangan dirimu
meski kutemui jejakmu
namun, dalam sepi
yang mencekik
rasa rinduku padamu….
***

BERSAKSI

aku bersaksi
dalam diri
semua luka lama
hanya perjalanan seuntai duka

aku berjanji
pada diri
semua kata yang terucap
dalam lakon yang terjalani
hanya untuk berserah diri

pada Penguasa segala Arti
Penguasa ilusi
Penguasa diri
Penguasa langit dan bumi
Penguasa jiwa dan
nafas pendek ini.
**

ISTANA PASIR

sepanjang hari kami bermain air
angin mengantar gelombang ke pantai
kami terhempas
kadang bersama keong laut
atau kerang berbintang

pagi,
jadi tempat para bocah membangun istana
atau badut-badutan
jelang malam..
kamipun ditendang para pecundang
yang menebar limbah kotoran
atau barang memabukan
lalu tempat kami dijadikan pemuas
napsu kebinatangan…

bagi kami, itu hal biasa
mana mungkin istana pasir bisa abadi?
kami ada, karena memang harus ada
itulah kami yang selalu berlomba
menuju pantai
membangun istana.
**

BIARKAN MENYALA

dikebisuan harimu
lilin itu menyala
pada malam yang menghimpit
kesepianmu
disekeliling tubuhmu

..aku sempat memberimu lilin satu
waktu dulu kita bersapaan lewat kata
ketahuilah….
api dari nyala lilin
akan tetap menyala didasar hatiku
dan pabila…
lilin itu padam
adalah bagian dari rasa terdalam
yang kumiliki
telah padam
untuk kamu..

biarkan tetap menyala.

DIUJUNG USIA

menetes air dari mataku
ketika kutatap wajahmu
wajah yang dulu ramah pada anganku
kini meredup

…mengapa?
kamu terbuai oleh mimpi
yang bersanding ambisi
kamu pergi dari sanubari sendiri

aku sedih….

ketika kutahu usiamu diujung senja
apa yang kamu cari dan nikmati?
lupakah amanat dari ayahandamu?
bahwa hidup dan cinta adalah satu

satu kesatuan yang tak dapat terpisah
karena cinta bagai benang merah kehidupan
resah tak menentu
diujung usia semua bisu

…. aku terpaku.

“SELAMAT MALAM”

Gemericik suara air temani sedu sedanku
mengantar alunku pada lagumu
semilir angin menerpa dedaunan malam
nada lembutmu mendinginkan hati
menggapai perasaanku yang terdalam
rasanya
aku tak mau
ada yang memisahkan kebersamaan kita

dalam pelukan malam
jalan-jalan sepi
tanpa suara…
tanpa kata-kata
namun serasa berucap seribu makna
meski cukup jauh kita berjalan
tanpa tujuan
tanpa pernah terasa
tapi itu sudah cukup
melepaskan kejenuhanku pada dunia

di persimpangan jalan
bisik mengiang ditelinga
sayang…
aku hanya bisa mengantarmu
sampai disini
“Selamat malam”..

TIDURLAH KEKASIHKU

pernah…
kupersembahkan secuil harap
hingga kamu tak dapat tertidur lelap
kutatap bayangmu dari balik jendela hati
“bukan tentang bayangku.. ”
..katamu..
tetapi tentang bayang dirimu sendiri
yang semu…

pernah..
kuceritakan tentang mimpi-mimpiku
hingga kamu merasa terganggu
adakah kamu tahu arti mimpi itu… ?

dalam rinduku padamu
kukejar bayangmu
kucari dirimu
kunanti hadirmu
tiada jawaban

lalu kutitipkan pesan pada angin malam
“kata maaf”
dan secuil harap
agar kamu dapat terlelap
malam ini..

tidurlah, kekasihku..
jangan hiraukan lagi
tentang mimpi-mimpiku
karena kamu
hanyalah
kamu..
***

TANGAN DAN DOSA

tangan-tangan tak berdosa memapah pena
dibuatnya garis miskin semacam afrika
terpampang bocah kurus kelaparan
bukan korban..
kemunafikan

tangan-tangan tak berdosa tangan peradaban
darah terus mengalir melumuri kening pipi jagat raya
darah beku diatas buku-buku tua gudang karsa
mulut-mulut kita bergerak menuju benua
tanpa doa
nafas semakin sesak
dunia se ka rat

tangan-tangan tak berdosa menggenggam
kuasa sepanjang tirai sandiwara
kebebasan
ilusi belaka…
berjuta tahun bola dunia
tetap milik kita
angkat kepala ke antariksa
pasang senjata
untuk apa?

tangan-tangan tak berdosa sembunyi
disisi jeruji hati
yang tahu….tangan dan dosa
hanya Kamu dan aku.
==

TAK BERJUDUL

tanah longsor dimana-mana
..gempa…
bumi porak poranda
nelangsa

air memerah
langit merah
bulan merah
tanda-tanda kiamatkah… ?

bukan
itu hanya peringatan
kehidupan dan keabadian
ditengahnya ada kehancuran

sejarah tak pernah menyerah
kecuali manusia-manusia yang kalah
yang pasrah
dan yang enyah.