GEMBALA SEPIKU

Bukan kecupan aroma melati
diujung malam
bukan pula
pelukan bulan ketika hidup
penuh arti
atau saat berantakan tiada arti
atau bahkan ketika ingin lebih berarti
itu hanya petikan harmoni alami

wahai gembala sepiku,
sampaikan jiwaku…
atas janjiku pada Zat Sang AKU
Sang Pencipta hidupku
Agar terbuka pintu gerbang
yang masih tertutup oleh awan
hitam hidup mereka yang makin kelam
diselimuti kebenaran yang bersimpangan

wahai gembala sepiku,
dimanakah tempat-tempat mereka
beri petunjukMu..
antarkan jiwaku keujung desa
dimana sang bayu menari seharian
membuat bunga merona
sebelum kecupan terakhir mentari
diujung bumi

… seperti yang pernah Kamu ceritakan
kepadaku didalam mimpi.

JANJI

Bukan sekedar hidup
senantiasa mengucap janji
AKU dan Kamu (Kau) abadi
dalam keabadian

maka bersaksilah…
Bintang
Bulan
dan Semesta raya,
juga mereka yang patuh
pada Aturan-aturanKU

… itulah sebagian ilmuNYA

tentang janji,
bukan sekedar alasan
untuk hidup.

KAMU DATANG LAGI

telah lama kulipat rindu
dalam birunya LangitMu
kubungkus inginku
dengan seutas NafasMu
kubuang segala napsu
kubakar bersama dosa masa lalu
dan, malam itu
Kamu mendatangiku
memberikan Hati yang baru
justru ketika aku menunggu,
Kamu menjemputku…
tiada yang indah selain bersamaMu
bersama CahayaMu.