SAHABAT

jabat erat
tanganku… wahai sahabat
kalau kamu tak mendekat
tak mungkin kucium aroma menggeliat
dari pantulan rasa seorang sahabat

jabat erat
tanganku… wahai sahabat
kalau kamu tak mendekat
tak tahu jalan lalu tersesat
hatiku hancur… wahai sahabat

jabat erat tanganku…
jadikan sahabatmu
hanya itu yang aku mau
sebelum nama tertulis dimakammu

atau dimakamku
dari : sahabatmu.

SEBELUM LUPA

lupakan saja…

bayangnya yang merusak ingatanmu
kehadirannya yang mengganggu hatimu
keberadaannya yang jauh dari jangkauanmu
tetaplah yang tertulis akan seperti itu

suara-suara kendaraan yang lalu lalang
suara-suara manusia yang berteriak lantang
atau tangisan menyayat yang mengerang
dan tawa para bandit rampok yang makin garang

lupakan saja….

ucapan hatimu sebelum menemukannya
sikapmu, setelah tahu malah jadi miliknya
dirimu masih tetap berharap jua…?
semua telah tertulis didalam JanjiNYA

lupakan saja…
sebelum kamu lupa segalanya.

DIANTARA

Geramku
diantara tawa candamu
amarahNYA
diantara diam sikapmu
kamu bisu
diantaranya…

kesombonganmu
tiada yang tahu
aku dan kamu sama
antara wangi dan bau
menyatu dalam bilah rindu
nafasNYA

diantara, serpihan sisa hari
yang kamu nikmati
ketika sendiri,
kamu tak berarti.