Sungguh KAMU memang ada

saat jantung berdegup keras karena ketakutan
saat hati tak menentu membelah ragu
saat dia masih bisu untuk lakukan sesuatu
saat pilu mendekap sekujur tubuhku
bluuuur….
gelap
pingsan
di pinggir jalan

mentari terseok berebutan dengan awan
rombongan awan gelap sambut petir datang
hujan terbiasa diawali gulita
kecuali gerimis tersasar di siang bolong

Terasa halus sentuhan jemari kasihMu
membelai lembut tiap helai rasa didalam rasaku
rasa pahit
getir
asem
pedas
dan manis
hingga semua tak lagi terasa…
kecuali bagai serabut dalam secuil daya
Sungguh,
KAMU memang ADA.