RONA SANG PENGGODA

siapa yang ikat bayangmu
pada lekuk lesung pipit yang merona
dan meliuk disudut hati..?

kenikmatan yang tak berkesudahan
dan tak pernah terpuaskan
meski berkali-kali ingin kamu hentikan
namun liur menggelayut
sampai luput

hanya sebegitukah nilai sebuah kata ‘cinta’ ?
yang kamu ucapkan setelah kamu reguk
seteguk kenikmatan dihamparan malam
pantaskah kamu rindukan sang penggoda
yang tak memberimu keabadian rasa

lekuk lesung pipit yang merona
kini tak sempat meliuk lagi
karena sang penggoda
bukan menggoda
tetapi berubah jadi durjana
yang siap menukik..
hanya untuk menyambar mangsa.
***

DUKA RANTING YANG PATAH…

aku tahu
hatimu luka
sangat terasa
sampai kebibir hatiku
kutahu
nuranimu pilu
terasa bagai jemari
tersayat ujung bambu

daun daun kering
telah pergi..
menjauh dari pusara ibumu
jangan sedih putraku
jangan pergi dari dirimu sendiri
meski kamu hanyalah ranting
yang patah
tak pantas berpeluk duka
karena aku selalu ada
untukmu

datanglah padaku,

menangislah sepuasmu
mari berbagi duka bersama
sebelum gelap malam tiba.
***