TERGODA

aku tergoda
desir angin di pepohonan
yang mengantar angan
bergelayut di dahan
pada buah yang hampir matang

aku tergoda
sekali ini
tergoda denyut jantungku sendiri
yang berdebar mendengar
suaramu mengantar
aroma seribu bunga
bagi jiwa-jiwa
yang hampa

aku tergoda
mengejar bayangmu
hingga larut malam
sampai dijemput pagi
aku mencari-cari
tetapi, kamu malah sembunyi
dibalik matahari

aku tergoda
getar getar cahaya
entah apa namanya
bergelayut di ujung damba
mengalir disekujur nadi
sampai….
aku lupa makan
dan malas mandi
hihihi… ?

rasanya nikmat sekali
entah apa namanya
aku tergoda
untuk merengkuh semua rasa
putih, kuning, biru
hijau dan ungu
lalu kugenggam seluruh asa
untuk memeluk dirimu
di balik matahari
bersama cintamu menyebrangi masa

aku tergoda
sekali ini
tergoda denyut jantungku sendiri
yang mengajak berlari
hingga,
capai langit tertinggi

untuk apa sebenarnya tergoda
kalau hanya untuk tergoda
hihihi….?
**

UNTUKMU BINTANG

Ah,
malam ini masih meninggalkan duri
menyelinap di ufuk kantuk yang menggigil
lantai biru menyisakan telapak kaki bocah
dan remah-remah
ah,
bulan hanya sisa tengadah separuh doa
yang melengkung bagai awan dibaliknya
ah,
sayapku patah mengejar mentari sore
sebelum tenggelam,
kamu mengikat sayapku pada bayangnya
kamu tertawa tanpa doa doa
aku ternganga
padahal…
telah kusiapkan doa
sebatas cakrawala
yang akan kutebar di angkasa
namun, kamu tak pernah percaya

ah,
entahlah.. mengapa?
hatiku hampa karena kamu
sayap tak sempat berkepak

untukmu bintang:
maaf ya…
malam ini aku tak mampu terbang.