CERMIN PAGI..

percumbuan siang malam
derap waktu terpampang
disela lembaran mentari dan bulan
berbilah-bilah rindu hiasi dindingnya

satu diantara dua wajah
terpatri disana
gambar kusam
atau nan bening menyapa diri
saat luka mencoret ruang malam

dukaku bukan dukamu
lukamu, luka langkah kaki sendiri
ya sudahlah…
balut saja telapakmu
dengan embun pagi
agar luka tak menganga
agar duka tak terasa
agar percumbuan siang malam
tak cukup dihiasi rindu saja.

DIUJUNG SENJA

tanda-tanda itu
kian mendekat
dari lelah perjalanan hari
kuintip malam..
di kamar-kamarmu
pesta seolah tak pernah usai

aku terpaku sendiri disini
menambatkan hari
yang sudah ter-ikat
tanda-tanda ini
iyya…sungguh,
ia terasa semakin mendekat

sepertinya…..
pesta kita
sebentar lagi usai
mari kita bersihkan kursi-kursi
tempat kita makan
tempat kita obral janji
tempat kita lupa diri

cepatlah kembali,
sebelum pintu tertutup
diujung senja
nanti….
***