“SELAMAT MALAM”

Gemericik suara air temani sedu sedanku
mengantar alunku pada lagumu
semilir angin menerpa dedaunan malam
nada lembutmu mendinginkan hati
menggapai perasaanku yang terdalam
rasanya
aku tak mau
ada yang memisahkan kebersamaan kita

dalam pelukan malam
jalan-jalan sepi
tanpa suara…
tanpa kata-kata
namun serasa berucap seribu makna
meski cukup jauh kita berjalan
tanpa tujuan
tanpa pernah terasa
tapi itu sudah cukup
melepaskan kejenuhanku pada dunia

di persimpangan jalan
bisik mengiang ditelinga
sayang…
aku hanya bisa mengantarmu
sampai disini
“Selamat malam”..

TIDURLAH KEKASIHKU

pernah…
kupersembahkan secuil harap
hingga kamu tak dapat tertidur lelap
kutatap bayangmu dari balik jendela hati
“bukan tentang bayangku.. ”
..katamu..
tetapi tentang bayang dirimu sendiri
yang semu…

pernah..
kuceritakan tentang mimpi-mimpiku
hingga kamu merasa terganggu
adakah kamu tahu arti mimpi itu… ?

dalam rinduku padamu
kukejar bayangmu
kucari dirimu
kunanti hadirmu
tiada jawaban

lalu kutitipkan pesan pada angin malam
“kata maaf”
dan secuil harap
agar kamu dapat terlelap
malam ini..

tidurlah, kekasihku..
jangan hiraukan lagi
tentang mimpi-mimpiku
karena kamu
hanyalah
kamu..
***

TANGAN DAN DOSA

tangan-tangan tak berdosa memapah pena
dibuatnya garis miskin semacam afrika
terpampang bocah kurus kelaparan
bukan korban..
kemunafikan

tangan-tangan tak berdosa tangan peradaban
darah terus mengalir melumuri kening pipi jagat raya
darah beku diatas buku-buku tua gudang karsa
mulut-mulut kita bergerak menuju benua
tanpa doa
nafas semakin sesak
dunia se ka rat

tangan-tangan tak berdosa menggenggam
kuasa sepanjang tirai sandiwara
kebebasan
ilusi belaka…
berjuta tahun bola dunia
tetap milik kita
angkat kepala ke antariksa
pasang senjata
untuk apa?

tangan-tangan tak berdosa sembunyi
disisi jeruji hati
yang tahu….tangan dan dosa
hanya Kamu dan aku.
==