DIUJUNG USIA

menetes air dari mataku
ketika kutatap wajahmu
wajah yang dulu ramah pada anganku
kini meredup

…mengapa?
kamu terbuai oleh mimpi
yang bersanding ambisi
kamu pergi dari sanubari sendiri

aku sedih….

ketika kutahu usiamu diujung senja
apa yang kamu cari dan nikmati?
lupakah amanat dari ayahandamu?
bahwa hidup dan cinta adalah satu

satu kesatuan yang tak dapat terpisah
karena cinta bagai benang merah kehidupan
resah tak menentu
diujung usia semua bisu

…. aku terpaku.