DIUJUNG USIA

menetes air dari mataku
ketika kutatap wajahmu
wajah yang dulu ramah pada anganku
kini meredup

…mengapa?
kamu terbuai oleh mimpi
yang bersanding ambisi
kamu pergi dari sanubari sendiri

aku sedih….

ketika kutahu usiamu diujung senja
apa yang kamu cari dan nikmati?
lupakah amanat dari ayahandamu?
bahwa hidup dan cinta adalah satu

satu kesatuan yang tak dapat terpisah
karena cinta bagai benang merah kehidupan
resah tak menentu
diujung usia semua bisu

…. aku terpaku.

4 thoughts on “DIUJUNG USIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s