ISTANA PASIR

sepanjang hari kami bermain air
angin mengantar gelombang ke pantai
kami terhempas
kadang bersama keong laut
atau kerang berbintang

pagi,
jadi tempat para bocah membangun istana
atau badut-badutan
jelang malam..
kamipun ditendang para pecundang
yang menebar limbah kotoran
atau barang memabukan
lalu tempat kami dijadikan pemuas
napsu kebinatangan…

bagi kami, itu hal biasa
mana mungkin istana pasir bisa abadi?
kami ada, karena memang harus ada
itulah kami yang selalu berlomba
menuju pantai
membangun istana.
**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s