PESAN TERAKHIR

berkelebat bayangmu dibalik jendela kaca
bagai pencuri mengendap mengintai mangsa
segalanya tentang aku yang kamu tahu
…hanya untaian selaksa peristiwa
diantara desah nafasmu
kamu sering tinggalkan kenangan
kemarahan yang berakhir dengan senyuman
memang menggemaskan

dimuka cermin, kamu bedaki wajahku
meski berkali-kali kutolak
lantaran aku bukanlah penari topeng
seperti yang kamu harapkan
seperti kompromi yang kamu ajukan
tentang untung dan rugi nilai persahabatan
begitukah caramu berkehidupan?
maaf, aku bukanlah penikmat kemunafikan

saat itu,
pada senja penghabisan
berkelebat bayangmu dibalik jendela kaca
sungguh mengejutkan
beberapa detik kemudian, kudengar berita
kamu di ruang gawat darurat
terbujur bisu,
kaku..
tanpa pesan.