BUKAN UNTUKNYA

Bidadari berselendang ungu
mengulum senyum diujung senja
yang memerah
perlahan…
melipat hari kebalik tabir
mengantar seluruh mimpi
di meja makan malam itu

kau duduk manis disebelahnya
aku disebrangmu menyalakan lilin
suasana lebih mesra pada waktu itu
kunikmati santapan dalam sepi
dengan baris-baris kata dalam hati
… bahagiakah kau bersamanya?

aku tahu..
bahagia hanya diri kita yang punya
akan kuingat kata-katamu waktu itu
semesta
adalah tempat bermuara jalinan kasih
yang tak lepas mencatat kisah
diantara rentetan sejarah..

bukan darimu untukNYA,
tetapi dariNYA untukmu.

TARIAN MALAM

Malam menari
diantara cahaya-cahaya
dalam perjalanan pulang
ada yang masih berkeliaran
anak jalanan berkejaran
ada yang mengikis luka siang tadi
ada yang menghitung recehan
ada yang asyik menatap cahaya bulan
meski bulan tertutup awan

malam menari
diantara mereka
diantara lekuk-liuk gemintang
malam menari
dalam keindahan mimpi
dalam perjalanan pulang
ada yang masih berkeliaran
diujung harapan.

DIBALIK TEMBOK PABRIK

hanya dapat membayangkan
saat kamu tersenyum
akupun ikut senyum
namun,
aku tak sanggup membayangkan
saat kamu marah
apa aku juga harus marah?

burung kaka tua membeo
mengeja kata
bagai laku lampah manusia
menghitung uang yang tak pernah cukup
bagi segala kebutuhan
..yang….
seribu kali ..yang….

seperti hidup
dibalik tembok pabrik.