DIBALIK TEMBOK PABRIK

hanya dapat membayangkan
saat kamu tersenyum
akupun ikut senyum
namun,
aku tak sanggup membayangkan
saat kamu marah
apa aku juga harus marah?

burung kaka tua membeo
mengeja kata
bagai laku lampah manusia
menghitung uang yang tak pernah cukup
bagi segala kebutuhan
..yang….
seribu kali ..yang….

seperti hidup
dibalik tembok pabrik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s