SANG PENCARI V

kepak sayap mencari mangsa
mangsa cari mangsa
saling mangsa
tertikam nelangsa

kepak sayap seribu mata
duh… mata
penggoda hasrat jiwa
bertahta.

BULAN DAN PERAWAN

bulan,
aku menunggu dipelabuhan
menanti kematian
karena itu merupakan pilihan

bulan,
andai kamu ajak diriku ke keabadian
tak ada yang kutinggalkan
kecuali berteman kenangan

bulan,
kenangan itu menyedihkan
karena tak mampu kulupakan
kecuali berpakaian kesadaran

bulan,
kamu datang diperbatasan
peperangan antara jiwa dan kesadaran
sungguh melelahkan hati perawan.

BAHASA TUHAN

bahasa Tuhan
semua manusia pernah merasakan
amat teramat sangat halus..
saat hati bersikap bijak
mampu memahami

bahasa Tuhan
semua manusia pernah merasakan
menegur ditiap kesalahan
ketika sampai diujung kesenangan
atau terkubur dalam penderitaan

dunia…
menyuguhkan kenikmatan
nikmat keduanya,
tiada tara
lewati rasa.

BUMI GEMETAR

jantungku berdegup keras
tak seperti biasanya
aku mulai gelisah
entahlah…

Jemari mencabik-cabik waktu
kesenanganmu.. dukaku
kesedihanmu.. kepedihanku

akulah tanah yang kau injak-injak
akulah air yang menghapus dahagamu
akulah padi yang membungkus dagingmu

Jantungku berdebar
segumpal darah mengental
diatas sandal
gemetar.

KAU DAN TUHAN

Kau tanyakan pada Tuhan
Hidupmu itu untuk apa?
Tuhan diam..

Kau cicipi seluruh rasa
Sekedar mengisi taman hidup
Tuhan diam..

Kau nikmati sepenggalah waktu
Bercumbu dalam segala inginmu
Tuhan diam..

Kau caci-maki Tuhan
Saat kesenangan menghilang
Tuhan diam..

Kau menangis diujung taubat mengiris
Tuhan diam..
tetapi mengabulkan sebuah harapan
dikemas dalam satu janji
tak akan mengulangnya lagi

..kau terdiam
Tuhan diam..