BERSAMA RASA

kamu diam
kadang sedikit menggoda
menatapku masih saja duduk disini
dalam beku dinding yang mati

kamu diam
kadang sedikit tersenyum
melihat ulahku seperti bocah
dalam kemanjaan hidup saat resah

kamu diam
kadang sedikit terlena
melihat diriku tenang saja
dalam hamparan risau yang bungkam

kamu diam
kadang sedikit gelisah
ketika aku menghilang
lewati hari bersama melati

kamu diam
aku tak diam…
menatap dirimu
tak seperti yang kurasakan.

BAYANGMU DIMATAKU

aku selalu menungguMu
disetiap sudut malam
ketika serangga malam bernyanyi
angin malam menari
gemulai
bersama daun pepohonan
bersama bintang bintang di langit
aku terpesona…
berbaring diatas rumput
menatap langitMu
tiada batas

meski diterpa matahari
siangnya
kuhampiri juga rumah kosong itu
tak berpenghuni
tak ada suara
sepi
hampa
dedaunan kering berserakan
debu debu halus beterbangan
lewati garis garis cahaya

dalam sunyi
aku tetap akan menunggu
Kamu disini
meski harus sendiri
seperti rinduku
pada malam tadi
seperti ketika aku selalu
menungguMu
berbaring diatas rumput taman
menatap langitMu
yang tiada batas
bersama bintang
menari di hamparan awan
hingga jatuh
terlelap
dalam pelukan
rembulan

ah…
nikmatnya.