HENING

cermin memantul wajah dalam kening
serpihan masa lalu terpampang
bagai lukisan usang
membaur dengan rinai hujan
airmata..
tak perlu kau tangisi yang telah terjadi
sebab akhir dari akibat diri terpatri
ambisi..

aku dan kamu
sepertinya sepasang
tapi aku tak memilih kamu
karena cermin masih saja memantulkan
hening diantara kening
masih kudengar bisik parau
dan sengau..
terlalu jauh kau meracau
dan mentari semakin silau.

3 thoughts on “HENING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s