DIBALIK BISU

bayang semu dirimu
selalu muncul dibalik bisu
“bukan tentang bayangku”
katamu..
aku terpaku

disudut hari hari yang berlalu
segenggam melati mengelilingiku
mewangi dalam rinduku
menghias kepompongmu
sebelum kamu jadi kupu-kupu

bayang semu itu
sering membuatku terpaku
dibalik bisu.

HANYA SEBUAH BUKU

pernah,
aku diberi sebuah buku
tentang kristal kristal makna hidup
dalam berkehidupan
tetapi kamu mentertawakan

pernah,
aku benci mendengar namamu
disebut orang orang yang datang
dimatanya kulihat bayangmu
ah, betapa kerdil hidupku dimatamu

pernah,
kupersembahkan secuil harap
hingga kamu tak dapat tertidur lelap
pun aku terkesiap
sekejap

pernah,
dalam sadar
kuceritakan tentang mimpiku
hingga kamu merasa terganggu
diantara ambigu..

sudahlah jangan hiraukan lagi
tentang sebuah buku,
kamu bisa mencarinya dimana saja
tetapi tidak dalam mimpiku,
yang kamu tahu..