MUSIM PENGANTIN TIBA

jelang Desember
musim hujan yang kutunggu
tamanku berhiaskan melati
diantara rintik hujan
yang menata hari
biarkan rembulan sembunyi
dibalik awan
kegelisahan

jelang Desember
musim pengantin tiba
tiba-tiba justru aku berteriak-teriak tanpa seorangpun yang mau mendengarnya
“tooollloooonnnng…. “
gaunku
berhiaskan bunga api

ingin kuberlari kebibir pantai
agar dapat kuakhiri
duka lara tahun ini
wahai.. matahariku
untaian bunga bunga apimu
membakar luka dihati lelaki itu
yang tak sirna oleh curah hujan
pun bagi ketetapan hatinya

ooh citra…
engkaulah bayangan.

DARI LALAT KEMBALI KE LALAT

apa yang tersisa dari kesenangan kemarin?
adakah yang terlewat?
kepuasan yang sering menggeliat
ketika jemarimu menyentuh syahwat

diantara lembar-lembar maksiat
gejolak tubuh butuh sesaat
hanya sesaat
kadang lupa tersesat

gemuruh detak jiwamu,
detak pada detik akhir denyut nafasmu
malaikat berucap :
“kamu mau mati dengan gaya apa?
mengapa tak selesaikan kepuasanmu
dengan cara yang lebih terhormat?”

angan larat diujung sekarat
dalam kerumunan lalat….