SANG PEMIMPI

Ia bagai pita
yang mengikat bungkus kado
kejutan dari sang kekasih
ia bayangan dalam bayang
yang membayangi citra diri

ia berkaca dengan ambisi
mendandani mimpi
berjalan diatas derap langkah
kemayu angan
angin diam dibuatnya
air telaga tenangpun terkesiap
sekejap
saat bintang jatuh,
ia berteriak…

ia bukan sesiapa
bagi pohon putri malu ditepi telaga
ia berjalan mengintip ambisinya
diantara cahaya bulan diatas telaga
namun…
tak berani bangun
dari tidurnya.

KERETA API DAN BULAN

Kita seperti dalam kereta api
melaju mengejar mimpi
menuju stasiun abadi

bulan mengantar ketujuan
bermesraan disepanjang bibir malam
berceceran pada souvenir pedagang

Kita seperti dalam kereta api
kereta api yang dihias cahaya bulan
seirama dentang perjalanan

kereta api dan bulan
menuju keabadian
sepanjang zaman.

PECINTA BULAN

akulah pecinta bulan
dan kau cemburu
saat kudekap bulan dalam pelukan
kau berburu..

berbekal panah emas
kau tunggangi kuda liar menuju hutan
sisa pepohonan meruas
bunga-bunga ilalangpun beterbangan

apa yang kau cari ditanah gersang?
rumput mengering sebelum hujan datang
mentari nganga sepanjang siang
duuh perihnya…, bukan kepalang

aku pecinta bulan
dan kau cemburu
saat kudekap bulan dalam pelukan
kau makin cemburu..

BAYANG-BAYANG IBU

Ibu, kemejaku lecek dan bau apek
istri malah ngambek-ngambek
disangkanya aku mojok
dengan gadis montok

Ibu, meski bauku mencolok
Kau lebih baik daripada gadis montok
yang melenggang-lenggok
demi uang segepok

Ibu, kemejaku lecek dan bau apek
Kau maklumi kerjaku digudang ucek-mengucek
sampai dirumah malah jadi sumpek
istriku, jadilah seperti ibu yang tak suka ngambek.

>untuk : Ibu Dewi Cahaya

AKHIR TAHUN YANG ISTIMEWA

Aku ingin mendengar tawamu
suara-suara bahasa terompet pada akhir tahun
yang saling tegur sapa tanpa kata
berbusana aneka gaya
dan acara dalam berbagai makna

aku ingin mendengar tangismu
terompet-terompet yang terinjak pada akhirnya
tubuhnya membaur dengan bangkai
bangkai kembang api yang berserakan
kebahagiaan bagi penyapu jalanan

aku ingin mendengar jeritanmu
bahasa terompet pesta seluruh dunia
membahana diakhir tahun yang istimewa
berbagi suka menutup duka
walau hanya memindahkan sebuah angka.

KEHILANGAN AKSARA, DAN NAMA

Kemarilah sayang…
ada seutas aksara yang panjang
dan pendeknya seperti jilbab
seperti yang dikenakannya
wajahnya tampak indah menawan
tanpa polesan gincu.. tetapi,
apakah ditutup juga nafsu dihatinya
dengan jilbab yang tak perlu tampak

Kemarilah sayang…
ada cerita tentang seutas aksara
tentang pendeknya jilbab dan
panjangnya ahlak..
saat melati itu mekar kembali
ia tak bicara pada hujan
tak peduli senja memerah diujung bukit
ia tetap menjadi kupu-kupu dikaki langit

Kemarilah sayang..
Ia tak mendengar
Ia tak menoleh
Ia tak peduli
Ia terbang kembali diantara kelam…
…betapa sakitnya hati seorang ibu
yang kehilangan aksara
sekaligus kehilangan nama.

TUHAN KESEPIAN

Maka diciptalah planet-planet
yang berputar dalam ketetapanNYA
dicipta segala mahluk hidup di planet bumi
dan manusia adalah mahluk yang paling mulia
dari segala ciptaanNYA

TUHAN kesepian..
menyampaikan rasa sepiNYA
yang senantiasa berulang
pada setiap siklus perputaran planet
disuatu masa sebagian manusia dihancurkan

TUHAN
suka keindahan tapi bukan keindahan
dalam batas nalar manusia
DIA senang kedamaian tapi bukan kedamaian
dalam batas rasa damai manusia

TUHAN kesepian..
dalam dekapan iman disepertiga malam
aku tak tahu maksud yang disampaikanNYA
kecuali jalan lurus dalam ketetapanNYA
mengantarmu kehadapan CahayaNYA.

PESAN UNTUK KAMU

ku untai sejuta malam
yang mengkristal diperjalanan mimpi
dalam lelap harap dan manisnya cinta
sang pengembara merengkuh sepi
namun.. tak sendiri
masih ada sepi lain yang bermakna
ketika kamu ingat rasa
cinta yang pernah kita reguk
hingga tetes manis
yang membungkus rindu
menyelimuti kalbu
kamu tidak sendiri
kawan….
disini,
ditempat sebelum surga
mari kita genggam dan urai bersama
jadikan sebuah altar yang berharga
atas asa dan karsa dalam megahnya budaya
kita bersama..
yang tersirat dalam sebuah pesan
…Indonesia Raya.

BUAH RINDU

meski aku belum sempat menangkap pertemuan denganmu..
menatap dengan jelas sorot matamu,
tetapi kuyakin kamu terlalu baik bagiku…
selalu hadir dimalam sepiku..
terlalu indah kubayangkan
untuk sebuah kerinduan yang berkepanjangan..
walau kadang kamu keras kepala,
hadapi manusia lain yang sulit sadar pada dirinya..?

wahai kamu yang sembunyi dibalik jubah kerinduan..
katakan, dimana dapat kupetik buah rindu itu?