KEHILANGAN AKSARA, DAN NAMA

Kemarilah sayang…
ada seutas aksara yang panjang
dan pendeknya seperti jilbab
seperti yang dikenakannya
wajahnya tampak indah menawan
tanpa polesan gincu.. tetapi,
apakah ditutup juga nafsu dihatinya
dengan jilbab yang tak perlu tampak

Kemarilah sayang…
ada cerita tentang seutas aksara
tentang pendeknya jilbab dan
panjangnya ahlak..
saat melati itu mekar kembali
ia tak bicara pada hujan
tak peduli senja memerah diujung bukit
ia tetap menjadi kupu-kupu dikaki langit

Kemarilah sayang..
Ia tak mendengar
Ia tak menoleh
Ia tak peduli
Ia terbang kembali diantara kelam…
…betapa sakitnya hati seorang ibu
yang kehilangan aksara
sekaligus kehilangan nama.

2 thoughts on “KEHILANGAN AKSARA, DAN NAMA

  1. ssssttt, mbak … aku juga prihatin pd cewek2 yg pk jilbab tp pk celana ketat, kaos ketat, bahkan ada yg cm utk siasat… supaya dianggap taat

    jadi buat yg pk jilbab tp hatinya lurus2 aja, mending ga usah baca puisi ini

    mbak astrid, ini kan ide 25 thn yg lalu ya.. wkt kita sama2 ikut tugas dari depsos ttg pengarahan pendidikan bg para wts di kramat tunggak itu ya?

    mhmm.. keren banget jadinya mbak
    salam buat keluarga

  2. betul sekali bu Dewi… waktu itu saya sampai jadian sama mahasiswa univ Jayabaya itu, tapi gak lama putus ..soalnya dia aktifis yang sibuk ngurusin demo…

    haha… 25 tahun yang lalu,
    peristiwa-peristiwanya juga sama ya dengan jaman sekarang bedanya tipis sekali.. sekarang moralitas rendah itu malah mendunia

    salam juga buat keluarga kamu
    1 januari saya pindah ke kota Sukabumi, nanti kita ketemuan lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s