SANG PEMIMPI

Ia bagai pita
yang mengikat bungkus kado
kejutan dari sang kekasih
ia bayangan dalam bayang
yang membayangi citra diri

ia berkaca dengan ambisi
mendandani mimpi
berjalan diatas derap langkah
kemayu angan
angin diam dibuatnya
air telaga tenangpun terkesiap
sekejap
saat bintang jatuh,
ia berteriak…

ia bukan sesiapa
bagi pohon putri malu ditepi telaga
ia berjalan mengintip ambisinya
diantara cahaya bulan diatas telaga
namun…
tak berani bangun
dari tidurnya.