Sang Pendosa

betapa mudahnya sembilan nyawa melayang
betapa sedih hatinya mereka yang kehilangan
padahal ‘sang pendosa’ baru saja menghamburkan uang
bagi secuil kesenangan-kesenangan ajakan setan

sebatas apa kesadaran manusia jaman sekarang
tersedia batas waktu pada titik nadir kemunafikan
kesenangan itu akhirnya sia-sia terbuang
… karena kebodohan mereka yang diperbudak setan

” ….Waktu,
senantiasa diam
hanya kejadianlah
yang mengingatkannya.. ”
(by: astrid suryapringga)

ANJLOK

Jemariku mengusap tetes airmata
dipipimu
dingin senyum disudut bibir
menyeruak sebuah tabir
getir…
nada nada sepi
menghilang sesaat
berganti dengan deru-deru hati
berseru dalam detak jantungmu
yang semakin tinggi
tak menentu…
tiada rasa istimewa bagi sepi
yang menerkam
lewati jendela malam
kereta anjlok
di persawahan.