ANJLOK

Jemariku mengusap tetes airmata
dipipimu
dingin senyum disudut bibir
menyeruak sebuah tabir
getir…
nada nada sepi
menghilang sesaat
berganti dengan deru-deru hati
berseru dalam detak jantungmu
yang semakin tinggi
tak menentu…
tiada rasa istimewa bagi sepi
yang menerkam
lewati jendela malam
kereta anjlok
di persawahan.