Sang Pendosa

betapa mudahnya sembilan nyawa melayang
betapa sedih hatinya mereka yang kehilangan
padahal ‘sang pendosa’ baru saja menghamburkan uang
bagi secuil kesenangan-kesenangan ajakan setan

sebatas apa kesadaran manusia jaman sekarang
tersedia batas waktu pada titik nadir kemunafikan
kesenangan itu akhirnya sia-sia terbuang
… karena kebodohan mereka yang diperbudak setan

” ….Waktu,
senantiasa diam
hanya kejadianlah
yang mengingatkannya.. ”
(by: astrid suryapringga)

5 thoughts on “Sang Pendosa

    1. itulah manusia biasa…
      selalu bagaimana nanti
      bukan nanti bagaimana?

      kenapa tidak kepingin menjadi
      manusia yang luar biasa dewasa

      makasih mas Gurit…
      kangen? apa iyaaaaa… ??🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s