KAU YANG TERLELAP

Samar kudengar
kau berharap
diantara lelah
nan terlelap

dalam….
didalam kedalaman
bias sejumput bisu
bangkitkan nostalgia semu
kau pun jemu
menutup aroma tubuhmu
dalam kubangan wewangian

aku tahu, semua itu kau lakukan
bukan sekedar penghias citra diri
atau alasan bagi ketidakmampuanmu
merubah kesenangan melepas keterikatan

aku tahu,
sebagaimana kau tahu
melati tetap akan mekar dan mewangi
meski kuncup-kuncupnya telah kau habisi

adakah sisa-sisa embun pagi yang menegurmu
melipat matahari?
atau adakah gemulai dedaunan berdendang
nyanyikan lagu kemenangan bagimu?

Samar
masih kudengar
kau berharap diantara lelah
nan terlelap..

KACA BURAM

langit masih seperti kemarin
mendung mengurung
tiada debu-debu beterbangan
kupu-kupu pun malas mencumbu sari bunga
saat terbit matahari baru
malu-malu
ia mendekati bunga

tapak jelajah masa
dihunian nan merindang
ada bocah-bocah nyaris terkapar lapar
ada lelaki-lelaki putus asa
ada wanita-wanita tanpa asa
ada gambaran wajah-wajah dirumah mewah
semua bagai kaca buram
tak tampak kedalamannya

ada sorgakah disana?
kalau hidup hanya sketsa kecil
dalam pantulan kaca saja.