BUKU TUA DAN BUNGLON

aku menatapnya pada dedaunan
yang diterpa angin
seperti meniup debu
diatas buku-buku tua
dalam gudang karsa

pertengahan tahun lalu
nuansanya masih sama
dengan tahun ini
tentang mimpi mengais ambisi

saat dunia semakin menggoda
buku tua dalam gudang karsa
berubah warna
bunglon kali ya..?

SELAMAT JALAN REMBULAN

aku bersimpuh diatas ribuan doa
dari setumpuk dosa
yang memerah dilangit tuamu
dengan lembut kusapa penyesalan
mengeras pada sudut hatimu
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama
menyatu dalam bias rembulan
yang sempat kau sembunyikan

aku bersimpuh diatas gemulai daun pinus
dari hempasan badai dilangit tuamu
yang nyaris menenggelamkan semuanya
tentang dirimu
tentang ketenaranmu
tentang duniamu
dan tentang kenakalanmu
kesenangan diatas temali kecanduan
yang kau jadikan hiburan

aku bersimpuh diatas daun kering
yang basah oleh curah hujan dinihari
langit tuamu memerah dicakrawala
berselimut kain sutera tanpa pesona
bahkan kau pun telah kehilangan rasa
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama menyatu
dalam bias rembulan yang kau sembunyikan

“selamat jalan.. rembulan”

BUKAN ANGIN SORGA

seperti terbang melayang
rinai hujan menari bersama angin
bersama malam..
dingin
meriahkan suasana
desir semilir mengukir alam
gigil atap-atap reyot
tetangga rumah cemas
angin semakin menderu kencang
curah hujan menari jadi tak karuan
angin membuai ketakutan
itu bukan angin dari sorga
desahnya..
dalam pelukan doa.