BULAN SABIT MEMERAH

Dipenghujung senja,
masih saja kau sembunyi
dibalik jeruji ambisi hati

pantaskah bibir ini bicara
atas kelakarmu yang ambigu tak lugu
haha.. kau tertawa, aku pun tertawa

bulan sabit memerah
suara guntur memecah langit
melukis angkasa lewat garis garis cahaya

bulan sabit memerah
saat rindumu enyah menuju entah
ah… desah itu keluar dari hati

basuh jiwa kita sebelum hujan luruh
basahi bumi dan hati yang sedang uh..
agar debu dalam jiwa hilang menjauh

haha.. kau tertawa, aku pun tertawa
dalam nada yang berbeda
mengapa?.

2 thoughts on “BULAN SABIT MEMERAH

  1. Ah.., aku mendesah, dalam desahan yang tak pernah terkira, bisa menemui dejavu lewat sebuah kata. Uh.., akupun mengeluh, ketika tiada kata selain puji pada bait-bait puisi disini.

    Salam kenal mbakyu..šŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s