SAJAK UNTUK DJINGGA

kubawa mimpimu terbang ke langit malam
agar kamu tahu,
merindu cahaya, bukan hal biasa
biarkan bulan biaskan sinarnya
dan biarkan pena yang bertutur kata

tengoklah ke atas,
kubuat puisi terindah di angkasa kelam
yang terpukau dan terkapar di langit
dalam satu harap,
dapat menggali hatimu yang sedang gelap

kekasih, langkahmu masih belum lengkap
tertatih-tatih menuju akhir pencarian
kutatap matamu,
meremang,
dan semakin padam

TUHAN,
Kamu dimana?

~AS~

2 thoughts on “SAJAK UNTUK DJINGGA

  1. Merindu cahaya
    memang tidak biasa

    Lagian,

    Ngapain juga nyari
    kalau tiap kali selalu ada

    Tapi..

    Sudah Juni, nih!
    dan si dejavu masih belum tampak jua
    :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s