BIDADARI PELUKIS MIMPI

~mungkin hanya senja
yang masih dicumbu langit dan rembulan
bayangnya membias di pinggiran ombak
menerpa batu-batu karang
yang terdiam

aku terjaga di malam buta
“ah… di mana duniaku?”
di ruang tanpa bataskah?
kidung sunyi berpendar
menuju langit tanpa jeda

bulan memerah
malam menepi ditempat yang tak terbaca
pada musim tekateki kata
bidadari tak lagi melukis bintang
bagi sang pemimpi

apabila malam tak membawa luka
ketika terdengar nama-nama terurai disana
dan ribuan doa mereka menyingkap alam
menghempaskan cemas pada lagu sunyi
adalah sajak cinta yang mereka buat sendiri~

DISANA

dan Kamu Kekasih…
masih tetap berdiri disana
diatas catatan-catatan
milyaran tahun lalu
dibalik misteri peradaban
disetiap lukisan-lukisan
pencarian anak cucu Adam
yang selalu butuh jawaban

dan Kamu Kekasih…
membalut dirimu pada
berjuta-juta bingkai makna
dalam hening diantara yang fana
Kamu, Kekasihku..
senantiasa diam
~disana~