KAU dalam Derap

KAU
adalah bagian dari isi kepala
sekaligus mantra-mantra hati
pada warna angan Pemuja DIRI
KAU
adalah bagian dari gerak
sekaligus Pembenaran Ahlak
pada kebebasan Berkehendak
KAU
adalah bagian dari isi bumi
sekaligus aneka pelengkap
pada Perangkap sendiri
KAU
bukanlah butir waktu yg terlewati
sekaligus bukan Pencipta Waktu
pada titian tata periLaku
KAU
bukanlah KAMU Sang Penggerak
sekaligus MAHA Berkehendak
pada akhir Kisah sebuah Derap
Langkahmu hari ini
adalah cermin masa akhir Diri~

~siapa kita YANG sebenarnya~

telah habis kata bagi kesombongan jiwa
keangkuhan yg terbawa dari remah-remah sisa masa lampau
‘Bau’nya makin menggoda bulu-bulu halus dalam telinga
kesimpulan yg terbatas sebagai manusia
hanya mengejar harta, tahta, dan wanita

telah habis kata-kata
bagi sang durjana
bagi pendosa berwajah dua
bagi orang-orang yg mengakui kesuciannya
juga bagi kita dan anak cucu smua

kau sudah punya apa untuk mengganti dunia yg fana ini?
dia punya apa? kamu? mereka?
apa yg jadi milik kita sesungguhnya?
hanya serentetan kata dari skenario usang
yg bakal hancur oleh satu kata yaitu BIG BANG

lalu kau, dia, dan mereka
tak sempat mencari remah kata-kata
tak sempat mencuri hati Sang MAHA..
karena IA tak pernah mau bersuara
apalagi kepada mereka yg tak memahami makna KATA

~siapa kita YANG sebenarnya~