Tentang Leluhur (5)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Dudung
Editor : Bunda Dewi

Wedaran Kang Dudung

Seperti kata kang budi
dna ghaib itu bisa berupa energy bisa berupa informasi dan juga wujud2 lainnya
Karena semua tidak terlepas dari hukum kekekalan energy dan informasi
Semua ada di alam ini…tinggal kita pandai2 saja memilah dan memilih yg sesuai dengan tugas keberadaan kita di muka bumi

Alam secara mudahnya di bagi menjadi 3
~Alam kala, yakni alam semesta fisik termasuk jasad manusia.. dipengaruhi ruang waktu
~Alam Niskala, tempat ghaib2 termasuk dna ghoib kita dan semesta ghoib lainnya
tidak dipengaruhi ruang waktu kekinian…biasa disebut alam sukma
~Alam Jati Niskala…yg merupakan alam illahiah

Dalam diri semua manusia ada percikan zatNya yg semuanya sama…biasa disebut alam Ruh
Hakekatnya…Ruh inilah yg semuanya sama di setiap manusia
Jasad berbeda beda, sukma berbeda beda, tapi ruh semua sama
Sifat2 Ruh ini lah yg harus jadi standar dan pembeda dalam proses penyempurnaan jiwa (sukma)
Sifat Ruh yg utama adalah Sifat Rohman Rohim (welas asih)

Sifat ini lah yg menjadi inti semua pesan leluhur, nabi, wali, pendeta, pastor dan semua manusia
Proses perjalanan jiwa boleh lain lain
Tapi sifat ruh ini harus terus menjadi standar dan acuan perjalanan jiwa..

Mercusuar dunia bukan tujuan
Tujuan akhir adalah mewujudkan sifat Tuhan dimuka bumi~

Seorang tukang beca yg besar range welas asih nya lebih utama dari seorang kyai yg punya ilmu mumpuni, tapi range sifat welas asihnya kecil
Jadi apapun perjalanan jiwa…ditujukan utk memperluas range welas asih dalam diri
Seandainya dna kita turunan raja, dan kita bertemu dengan leluhur kita yg raja…
jika sifat kita jadi sombong, melecehkan…welas asih semakin mengecil
dipastikan gagal menerima pesan leluhur nya
Semakin luruh ego diri…semakin sempurna perjalanan

Tidak pantas pohon beringin merendahkan pohon cabe
Tidak pantas pohon cabe rendah diri terhadap pohon beringin
Karena semua ciptaan diciptakan unik dan fungsional dlm kerangka ahadiah Tuhan
Semua SEJAJAR di hadapan Allah

Dari perjalanan saya mah Ruh itu hanya menyaksikan kok
Dari azali sampai nanti
Ternyata gerak ada yg menggerakkan, ucap ada yg mengucapkan,
hidup ada yg menghidupkan
Diri ini hanya menyaksikan segala peristiwa
Alastu bi Robbikum…itu zaman, azali, saat ini dan nanti
terus berthowaf dalam musyahadah terhadap kekuasaan Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s