Tentang Leluhur (6)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Jagat Ingsun 1
Cahya
Chakra Hyang, Percik kahyangan/kaheangan, simfoni penciptaan, Nur Muhammad
Kehendak dan restu sang Pencipta itu sendiri
termasuk kekosongan sekalipun tidak luput dari restuNya.

Analogi ghaib yg lainnya :
Disaat kita lapaaaaaaarrr sehingga lemes, tak bertenaga dan reseh,
hihihi…. Pastinya kita makan donk bukan update ts
Makan yg banyak sampai kenyang, barulah kita punya power untuk beraktivitas
Abis makan, langsung kerja lagi
TAPI… pernahkah kita menyadari, bahwa makannan yg kita makan itu baru nyampe lambung, belum ada proses penyerapan
Laaahhhh… lalu apa donk yg diserap sehingga abis makan ‘seolah’ full power?

Ghaib diri, bersinergi dengan aspek Jagat Ingsun ke-2 :
Daya Hurip
Daya Hurip, energi untuk menghasilkan ‘gaya’ Hirup/Hidup
Alam semesta memiliki daya yang menunjang kehidupan,
energi gaib yang terserap dari 8 unsur semesta, dalam bentuk daya Hurip.

Ketidak seimbangan energi hidup, bisa diseimbangkan kembali dengan daya Hurip semesta.
Tanaman yg sering disentuh, dan diajak ‘komunikasi’, pertumbuhannya lebih baik. Interaksi antara daya hurip manusia dengan tumbuhan
Berlaku juga dengan angin,, dengan air, dengan tanah, dengan api
Wilayah energi kosmos, makro dan mikro
energi penunjang materi alam semesta yang bersifat immateri, gaib dalam bentuk Hurip.

Energi Daya Hurip ini saling memiliki keterkaitan dan terikat satu sama lain
keseimbangan, seperti jungkit, keseimbangannya ini terbentuk dengan adanya aspek Jagat Ingsun ke-3 :
Jala Siger.
Jala Siger/Tali Allah (by Kang Dudung-red),
benang kosmos yang mencari keterkaitan antar makro dan mikro, yang menghasilkan jodo, pertemuan, keseimbangan, kesetaraan frekwensi.

Jala Siger Kalau di anatomi tubuh, otot engsel.
Cahya ada, hurip ada, dihubungkannya dengan ‘benang’… Jalur, marga, garis, kabel, lebak
Seperti gunung dan laut, disambungkan dengan sungai
Hulu cai/mata air nyambung dengan muara.

Pertanyaannya adalah
Adakah pesan universal yg di kehendaki oleh leluhur2 kita?
Bukankah leluhur juga dulu nya manusia? Bukankah nabi2 juga manusia?
Bukankah para pendeta, pedande, wali dll nya juga manusia?
Karena semua adalah manusia
Pasti ada tugas universal yg dibebankan kepada manusia dan itu berlaku kepada semua manusia
Ini yg jadi PR nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s