Tentang Leluhur (7)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Risalah jagat insun dalam kaitannya dengan gaib dan leluhur

Cahya dan Hurip merupakan hal yang berbeda, namun 2 hal perlu saling terikat
sama halnya dengan lengan dan bahu, terhubung oleh urat, itulah fungsi Jala Siger
Atau yang disebut juga Tali Allah, atau restu / jodoh yang pasti

Kinerja ‘nyata’ jala siger, diantaranya nampak dalam garis hati dan pikiran, pikiran dan ucapan, ucapan dan perbuatan,
perbuatan dan pemahaman, pemahaman dan pikiran, pikiran dan hati, hati dan kepasrahan
Semacam bahasa alam ya
Nggak bisa di ingin2, nggak bisa di tolak2

Jala siger bergerak sesuai koridor aturan yang mendahului
Jala siger memiliki karakter seperti ikatan DNA
koridornya adalah 2 buah benang yang sejajar dan sepadan
seperti kabel, 2 jalur, seperti sistem syaraf sensorik dan motorik.

Nur yang ber’daya’, tentu membutuhkan ‘visi’, sebuah tujuan akhir
Perjalanan pun sama halnya, harus punya tujuan dulu, bukan jalan dulu
Tujuan itu terekam dalam resonansi cahya, nur
Visi itu tersimpan di dalam :

Jagat Ingsun ke-4 :
Roh / Pengetahuan Illahiah / Quldi
4 hal dari 7, adalah ghaib, 3 lainnya juga ghaib
Allah adalah dzat Maha Ghaib, bukan arwah, bukan juga astral, independen dan tak terbatas
Setiap ciptaan memiliki karakter awal ghaib, energi
Tapi tidak semua ciptaan memiliki Roh, pengetahuan illahiah
Indikasi keterhadiran Roh adalah perilaku, bukan hanya gerak.
Batu sendiri pun adalah bentuk dari kun faya kun, memiliki daya juga, dan otomatis sabda dan daya terikat oleh jala siger menjadi ada secara ‘aku’ dengan segala segala karakter dan sifat aku nya, batu.

Roh adalah Quldi, buah Qolbu, pengetahuan Illahi…. ‘Rohnya telah kembali, mempertanggung jawabkan segala apa yang telah diperbuat di alam fana’

Akal budi, logika, kesadaran, kekosongan, adalah beberapa hal diantara berbagai pengetahuan roh
Roh adalah kesadaran tujuan, tujuan pamanfaatan daya, roh adalah visi ‘aku’, qodo qodar
yang memanifestasikan diri kedalam ‘sifat’ UGA, ketentuan yang pasti.

Roh memiliki kapasitas improvisasi dalam proses kesadaran akal dan budhi.
Visi roh sudah pasti, namun misi nya adalah improvisasi
Setiap pribadi memiliki karakter roh yang berbeda, tapi tetap berpulang ke Firdaus yg sama,
habitat asli Quldi, rumah Adam.

Roh lah wujud kesadaran jatidiri, yang menuntun ke ranah berakal, berbudhi, berfikir.
Kesadaran kodrat, kesadaran naluri, kesadaran potensi, kesadaran intuitif, kesadaran habitus, kesadaran rasa, kesadaran gerak, kesadaran regenerasi, buah dari pengetahuan, buah yang berbiji, dan menumbuhkan wadah baru.

Roh adalah ghaib, tapi ghaib bukan semata-mata Roh..
Allah maha Ghaib, tapi bukan berarti Ghaib itu Allah.

Allah, Gusti, Yahwe, Tuhan, God, Hyang Tunggal Widi Wasa
adalah sumber dari segala pengetahuan, namun menggunakan jalur apa dan yang manakah pengetahuan itu turun?
Tentunya bukan hal yang bersifat kebendaan, tentunya dari sesuatu yg bersifat ghaib juga, contohnya : Wahyu.

Wahyu / Ilham / Firman / Sabda / Lailatul Qodar / Simfoni Surga / Gema Semesta,
adalah beberapa contoh proses penyampaian pengetahuan yang disusupkan ke dalam Wadah Roh
Termasuk nafas yg ditiupkan ke dalam hidung Adam, Adam dalam konteks kehidupan tanah.
Dari blue print Visi, Uga Nu Pasti, tujuan yang jelas, barulah rekam ‘nasib’, skenario ‘misi’, tercipta untuk menunjang kinerja Roh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s