Tentang Leluhur (9)

materi : status Kang Dudung
Wedaran : Kang Rasbudi Arjasumeru
Editor : Bunda Dewi

Arwah
Rekaman Ghaib Sukma terdahulu,
contoh: Daya Ghaib manusia yang sudah meninggal, Termasuk leluhur, termanifestasikan dalam bentuk ARWAH…. Bukan Roh, pengetahuannya ‘kembali’ tapi Kemampuannya terrekam di alam semesta.
Dengan kekuatan Ghaib Sukma, manusia berusaha menangkap memori2 Ghaib terdahulu/Arwah

setiap agama menyatakan bahwa Roh akan kembali kepada sang Khalik, lalu apakah yang tertinggal didunia yang sering disebut sebagai Arwah leluhur, arwah penasaran, jin yang menyamar, dsb…
1. Arwah
2. Ghaib
3. Astral

Namun kemampuan pengendalian ke-17 sukma, menjadi cerita yg berbeda,
contoh: Moksha, Purkatut, NgaHyang, Isra Mi Raj
Mulih ka Jati Mulang ka Asal, Sampurnaning Hirup Sajatining Pati

Setiap daya dan kemampuan sukma, memiliki batas waktu, yang disebut sebagai mulih ka Jati.
Daya aktif sukma, dan potensi gaibnya,
dibatasi oleh
Jagat Ingsun ke-6:
NYAWA
Gerbang perlintasan alam fana dan alam baqa
Tak ada satupun mahluk fana yang diutus atau pulang tanpa melalui pintu NYAWA.

Raga bisa terlahir utuh, namun tanpa Nyawa, Jala Siger tak akan menemukan titik untuk men-simpulkan eksistensi gaibnya dan gaibNYA.
Tanpa denyut nyawa, tak ada realisasi kehidupan.
Batas antara wilayah Putih, alam pikir, dan wilayah Hitam, alam rasa.

Putih menggetarkan Otak, Hitam mendenyutkan Jantung
Nyawa, gerbang penghubung segumpal daging putih dan segumpal daging hitam.
Secara harafiah, adalah jantung.

Visualisaai energi dalam meditasi pun pada dasarnya adalah pemetaan peredaran darah.
Lewat Nyawa, manusia bisa mengalami proses Izra’illahirobbi… Izrail.
Hal yang tidak terjadi pada para manusia Pinilih: Isra Miraj, Ngahyang, Moksha, Purkatut

Ya Izrail, sungguh Engkaulah sahabat terbaikku, senantiasa menjagaku hingga tiba waktuku bertemu Sang Khalik, bisa saja aku mati ketika aku dikandung, atau jatuh terjerambab dan mati, namun engkau tetap setia menjagaku agar MAUT tak mencuri apa yang Allah karuniakan, agar aku benar2 kembali kepadaNya hanya melalui Kematian

Jika saat waktuku tiba, tunjukanlah wajahmu dalam wujud yg gemerlap dan bermandikan cahaya kemuliaan, dan hantarkanlah aku dalam keadaan Husnul Khotimah, pulang dengan ikhlas dan penuh sukacita bahagia, pulang ke hadirat IllahiRobbi… Amin…

Begitu terikatnya manusia dengan nyawa, dan takutnya dengan kematian
Tapi mampukah manusia ‘berdamai’ dengan NYAWAnya sendiri, berdamai dengan kematian, berdamai dengan Izrail.
Permenungan menghadapi ketakutan terdahsyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s