CATATAN PERADABAN

Anak-anak Bintang telah lahir

turun dari langit ke planet bumi

menuju benua-benua

Lewat doa para Pujangga

 

Anak-anak Bintang ada yang tersesat

di jalan hutan menuju pedesaan

pada jalan setapak diantara semak

belukar kehidupan

mengamati denyut peradaban

Yang telah ciptakan kenakalan-kenakalan

diatas tarian akal-akalan

…Memalukan…

 

Ada juga yang tersangkut di tebing

tepi jurang pergaulan bebas

nyaris kepalanya berkeping-keping

sehingga lihat cilok jadi ayam krispi

Mereka pun berlalu pergi

…menyendiri..

 

Anak-anak Bintang ada yang hanyut

hampir terbawa arus deras sungai peradaban

dalam system modernisasi yang memanipulasi

bukan oleh siapa-siapa, tetapi oleh budaya sendiri

yang telah meracik kemunafikan seolah gemilang

Mereka pun nyengir

…basi… !

 

Itulah bagian dari takdir hidup mereka

dalam perjalanan catatan peradaban

satu persatu…

di antara benua tempat mereka berpijak

Mereka pun berusaha naik

ke lapisan demi lapisan tingkat kesadaran

meski seringkali bahunya terasa membatu

(pegal bro..)

 

Sebagian dari mereka..

kini telah Dewa-sa

(berhati dewa dalam karsa)

Bermunculan dalam aneka tarian polos

apa adanya..

Bukan adanya apa?

Bukan pula bagi kepentingan sesiapa

namun.. hanya berbagi kesadaran saja

 

Di planet bumi ini,

Takdir hidup bagaikan dalam sebuah bola kristal

Kita bisa masuk…. tanpa ada jalan keluar

Kecuali, Low Batt~