AKU TERPANA

Saat hujan kemarin
kudengar.. rumput bernyanyi
di halaman yang tersisa
aku terpana..
betapa mahal harga kejujuran
diatas kesombongan jiwa-jiwa
yang merugi sebab keserakahan sendiri

ada takaran disana
bukan dimata manusia
dengan segala ocehan edannya
ada takaran disana
bukan karena semesta diam
lalu dianggap buta

aku terpana..
diantara :
berjuta materi yang terbuang percuma
berjuta deru bising lalu lalang kendaraan
berjuta debu dan asap merasuk pernafasan
berjuta dosa yang tak mampu terelakkan
sisanya, tetap tumbuh apa adanya

kesadaran..
lebih dari yang terbayangkan
menghiasi hari disetiap perjalanan
saat hujan kemarin,
rumput tetap bernyanyi
diatas halaman yang tersisa
aku terpana…

HENING

telah kukumpulkan ranting
didapur
kepala mereka terbentur terbanting
dapatkan daun penuh lumpur

ranting ranting tajam
daun kerontang
mamam…. mamam
anak terpanggang

lihatlah,
nasib ranting dan daun
aaah….
butuh waktu bertahun

telah kukumpulkan ranting
didapur…
yang hening.

LANGIT HITAM

matahari hampir melumatkan separuh bumi
betapa bingungnya bocah kecil terhadap kebenaran
aku terhentak..
ketika tangan mungil menyentuh pipi
tak ada gunanya menangis
lantaran debu telah mengotori jiwa mereka
kebiadaban terasuh untuk merajalela
dibalik topeng tak bernama
ayah menangis..
bocah kecil menggigit jemari
cemas merengkuh sorot matanya

ketika matahari terseok-seok menyinari bumi
suara-suara manusia itu
sejak siang tadi terikat aturan-aturan kuno
tentang kebodohan dalam belenggu keserakahan
orangtua yang itu biadab sekali
orangtua yang lainnya terlalu jujur
yang biadab tetap menari
yang jujur malah tersungkur
dan yang Luhur mendengkur

Langit hitam,
hatiku gemetar..
TUHAN,
murkalah Kamu
barang sebentar…..

KEJUJURAN MELOTOT

Dibalik kejahatan serta kebajikan
ada pertemuan babak baru
Kita semua akan berada disana
dunia Pilihan
dalam harap
atau, tanpa harap..

Di planet bumi ini,
Kita bukan manusia kardus
yang dijual kiloan oleh para pemulung
Kita juga bukan manusia kerdil
yang sembunyi dibalik jual-beli bedil
Kita bukan pula manusia jejadian
yang datang dari planet bulan
lalu ingin menguasai bumi
diantara setiap perang
yang saling menghancurkan….?

Alam semesta senantiasa menunjukkan
tarian kebajikan
saat ini, Kita masih disebut manusia
yang berada didunia Pilihan
dibalik kejahatan serta kebajikan
pada pertemuan babak baru
tanpa harap…
atau, dalam harap ?

Kejujuran pun menjawab,
seperti burung hantu melotot
seperti otot-otot kita yang telah lelah
dan mulai bosan
bos-bosan… jongos-jongosan
Kemerdekaan dalam keniscayaan
Aah… dunia ini memang nisbi~