AKU TERPANA

Saat hujan kemarin
kudengar.. rumput bernyanyi
di halaman yang tersisa
aku terpana..
betapa mahal harga kejujuran
diatas kesombongan jiwa-jiwa
yang merugi sebab keserakahan sendiri

ada takaran disana
bukan dimata manusia
dengan segala ocehan edannya
ada takaran disana
bukan karena semesta diam
lalu dianggap buta

aku terpana..
diantara :
berjuta materi yang terbuang percuma
berjuta deru bising lalu lalang kendaraan
berjuta debu dan asap merasuk pernafasan
berjuta dosa yang tak mampu terelakkan
sisanya, tetap tumbuh apa adanya

kesadaran..
lebih dari yang terbayangkan
menghiasi hari disetiap perjalanan
saat hujan kemarin,
rumput tetap bernyanyi
diatas halaman yang tersisa
aku terpana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s